Video
VIDEO - Polisi Sita 2 Kilogram Kokain Senilai Rp 4 Miliar di Aceh Tamiang
Bila dalam persidangan terbukti bersalah, tersangka terancam dijatuhi hukuman maksimal berupa mati.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: m anshar
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Satu tersangka pengedar kokain diamankan Polres Aceh Tamiang dalam operasi yang dilakukan pada akhir tahun 2024.
Tersangka M (34) warga Bendahara, Aceh Tamiang ditangkap polisi dalam sebuah penyamaran di pertigaan perkebunan kelapa sawit pada 29 Desember 2024.
Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi menjelaskan dalam penangkapan ini pihaknya menyita kokain dua kilogram yang diperkirakan senilai Rp 4 miliar. Barang bukti lain yang turut diamankan berupa sepeda motor dan jeriken yang dijadikan tempat menyimpan kokain.
Dijelaskannya kasus ini berhasil diungkap berkat informasi dari masyarakat tentang keberadaan kokain di Kecamatan Bendahara. Tim dari Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang kemudian melacak keberadaan tersangka.
Dalam pemeriksaan tersangka mengaku barang haram itu didapat dari Z (DPO) yang juga warga Bendahara, Aceh Tamiang.
Keduanya berencana menjual narkotika kelas satu ini ke luar Aceh, khususnya Jakarta.
Muliadi menjelaskan peredaran kokain ini menjadi perhatian serius pihaknya karena merupakan kasus pertama yang terjadi di Aceh Tamiang.
Sejauh ini penyidik masih terus mendalami asal barang tersebut, termasuk kemungkinan ada kaitan dengan jaringan internasional.
Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) UURI Nomor 35/2009 tentang Narkorika.
Bila dalam persidangan terbukti bersalah, tersangka terancam dijatuhi hukuman maksimal berupa mati. (*)
Narator: Syita
Video Editor: M Anshar
| VIDEO Iran Tak Ragu 'Tenggelamkan' Kapal Perang AS yang Masuk Selat Hormuz |
|
|---|
| VIDEO Selat Hormuz Lumpuh Total Usai Trump Umumkan Blokade |
|
|---|
| VIDEO Blokade Selat Hormuz oleh AS Picu Kekhawatiran Konflik China-Iran |
|
|---|
| VIDEO Jadi Pembina Upacara Kapolres Abdya Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas |
|
|---|
| VIDEO - Pukat Darat Masih Jadi Mata Pencaharian Andalan Nelayan di Bireuen |
|
|---|