Video
VIDEO Perusahaan Asal Malaysia Jajaki Investasi di Aceh
Zikay Group Malaysia menjajaki investasi di empat sektor utama: perhotelan dan resort, produksi minyak makan, pengembangan bandara
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Zikay Group Malaysia, perusahaan asal negeri jiran Malaysia, menjajakan peluang untuk berinvestasi di Aceh.
Sebagai langkah awal, pada Senin (13/1/2025), delegasi Zikay Group yang dipimpin oleh Datuk Mohd Khay Ibrahim mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat Aceh, di Kantor Badan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh.
Dalam pertemuan itu, Zikay Group Malaysia menjajaki investasi di empat sektor utama: perhotelan dan resort, produksi minyak makan, pengembangan bandara, serta pengelolaan logam emas.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dr. H. T. Ahmad Dadek, SH, MH, Kepala Bappeda Aceh serta dihadiri sejumlah pejabat tinggi SKPA.
Teuku Dadek yang saat ini memangku jabatan Pj Bupati Pidie Jaya memimpin rapat melalui ruang Zoom.
Sementara di tempat pertemuan hadir antara lain, T. Faisal (Kepala Dinas Perhubungan Aceh), Martunis (Kepala Dinas Pendidikan Aceh), perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Biro Ekonomi Setda Aceh, serta Teguh Darmawan Saiman, serta General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda.
Baca juga: Perkuat Ekonomi Aceh, KPA Luwa Nanggroe Sepakati Teken Kontrak Investasi dengan Malaysia dan China
Kunjungan ini difasilitasi langsung oleh Teuku Emi Syamsyumi (Abu Salam), Ketua KPA Luwa Nanggroe, bersama jajaran lainnya seperti Datuk H. Mansyur Bin Usman, Robbi Darniawan (Tengku Wan), Basri (Cek Bas), Jubir Umar Hakim Ilhami, dan Boyhaki.
Pendampingan dari KPA Luwa Nanggroe menunjukkan betapa strategisnya rencana ini dalam membangun masa depan Aceh.
Untuk diketahui, Datuk Mohd Khay Ibrahim, Group Managing Director, adalah sosok pengusaha yang berasal dari Kampung Baru, Kuala Lumpur.
Ia sukses membangun usahanya hingga menjadi salah satu entitas bisnis terkemuka di Malaysia.
Datuk Khay dikenal luas atas kiprahnya dalam pembangunan Hotel Tamu & Suites, sebuah hotel 42 lantai bertaraf empat bintang di Kampung Baru, Kuala Lumpur.
Pendirian hotel yang menelan biaya RM200 juta ini membuktikan bahwa tanah Melayu dapat dikembangkan menjadi properti bernilai tinggi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Islam.
Selain mengelola perusahaan, Datuk Khay juga aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan ZIKAY, yang fokus pada pendidikan dan peningkatan taraf hidup masyarakat.
Komitmennya terhadap nilai-nilai keislaman tercermin dari inisiatif seperti membaca Alquran di perusahaannya setiap pagi selama lebih dari satu dekade.(*)
| VIDEO Drone AS Hilang di Selat Hormuz Saat Berbelok Sedikit ke Arah Iran |
|
|---|
| VIDEO Iran Mengaku Tak Percaya Trump, IRGC Siaga Terima Perintah Pimpinan |
|
|---|
| VIDEO Bupati Safaruddin Inspektur Upacara HUT Ke-24 Abdya |
|
|---|
| VIDEO Iran Akan Kembali ke Medan Perang Jika AS-Israel Langgar Gencatan |
|
|---|
| VIDEO Serangan Israel Hantam Sidon, Bangunan Hancur di Lebanon Selatan |
|
|---|