Aceh Jaya
Kunjungan Kerja, Tenaga Ahli Mentan Sebut Lahan Pertanian Aceh Jaya Butuh Pompanisasi
Menurutnya, ke depan pihak kementerian sendiri akan mengupayakan ketersediaan air dengan berbagai metode...
Penulis: Riski Bintang | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Permasalahan air menjadi salah satu faktor lahan pertanian di kabupaten Aceh Jaya tidak dapat melakukan produksi 3 kali dalam setahun.
Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Prof. Hendri Sosiawan saat melakukan kunjungan kerja di kabupaten itu.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya kabupaten Aceh Jaya sendiri berhasil menjalankan program Optimalisasi lahan (Oplah) hingga produksi menjadi dua kali dalam satu tahun.
“Optimalisasi lahan tahun lalu sudah terbukti, sekarang dua kali panen dalam setahun,” jelasnya saat meninjau sawah di kawasan Krueng Sabee.
Menurutnya, ke depan pihak kementerian sendiri akan mengupayakan ketersediaan air dengan berbagai metode agar produksi dapat ditingkatkan dari dua kali setahun menjadi tiga kali kali setahun.
“Masalah utama di sini memang air, kalau yang lain sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah,” jelasnya.
“Untuk permasalahan air sendiri kita ada dua rencana yang pertama pompanisasi dari sungai dan pembuatan sumur-sumur,” tambah Hendri.
Sementara itu, kepala dinas Pertanian Aceh Jaya Salbiah mengucapkan terima kasih atas dukungan kementerian terhadap pertanian di kabupaten itu.
Menurutnya, jika kebutuhan air yang saat ini menjadi kendala dapat diwujudkan Aceh Jaya diyakini mampu melakukan produksi 3 kali setahun.
“Insha Allah atas dukungan kementerian kita yakin dapat melakukan realisasi program tersebut, “ tutupnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.