Breaking News
Rabu, 8 April 2026

Berita Aceh Timur

Harimau Sumatera Sudah Mangsa 7 Ternak Selama 2025, BKSDA Pasang Lagi Perangkap di Aceh Timur

Langkah ini diambil setelah tujuh ekor ternak warga dilaporkan dimangsa Harimau Sumatera selama Januari 2025.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
PASANG PERANGKAP HARIMAU - BKSDA Aceh kembali memasang perangkap harimau di Gampong Julok Rayeuk Utara, Aceh Timur, Kamis (30/1/2025). Pemasangan perangkap tersebut lantaran satwa dilindungi itu sudah memangsa 7 ekor ternak sepanjang tahun 2025. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Muspika Indra Makmu kembali memasang perangkap harimau di Gampong Julok Rayeuk Utara, Aceh Timur

Langkah ini diambil setelah tujuh ekor ternak warga dilaporkan dimangsa Harimau Sumatera selama Januari 2025.

Konflik antara manusia dan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Aceh Timur terus berlanjut.

Konflik warga dengan satwa dilindungi itu menjadi perhatian serius bagi pemerintah. 

Sepanjang Januari ini, sedikitnya tujuh ekor ternak, termasuk sapi dan kambing telah dimangsa di Kecamatan Nurussalam, Pante Bidari, dan Indra Makmu.

Terbaru, pada Senin (29/1/2025), warga melaporkan dua ekor sapi kembali diterkam harimau di Gampong Julok Rayeuk Utara.

Kemudian, dua ekor lainnya di Gampong Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BKSDA bersama Muspika setempat segera memasang perangkap dengan umpan seekor kambing serta membakar kemenyan untuk menarik perhatian harimau ke dalam perangkap. 

Lokasi pemasangan dipilih berdasarkan jejak dan lokasi serangan terakhir Harimau Sumatera di Julok Rayeuk Utara.

Camat Indra Makmu, Irwansyah Panjaitan menjelaskan, bahwa upaya serupa pernah dilakukan di Gampong Alue Ie Itam pada akhir tahun 2024. 

Namun, perangkap tersebut dibongkar kembali karena harimau tidak tertarik masuk.

"Pihak BKSDA kembali memasang perangkap untuk Harimau Sumatera dengan harapan harimau bisa ditangkap dan dipindahkan ke tempat lain agar ternak warga tidak lagi dimakan dan masyarakat di sini juga aman," tuturnya.

BKSDA dan pihak terkait kini terus memantau situasi, dan berharap harimau dapat segera ditangkap guna mencegah konflik lebih lanjut dengan warga.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved