Selasa, 14 April 2026

Internasional

Hadapi Ancaman Perang dengan AS dan Israel, Iran Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Buatan Rusia

Menurut media pemerintah Iran, Bavar-373 milik negara itu bekerja sama dengan S-300 buatan Rusia, menembak jatuh pesawat

Editor: Ansari Hasyim
X/IranObserver
PANGKALAN RUDAL IRAN. Iran berhasil menguji sistem pertahanan udara jarak jauh buatan Rusia pada hari Rabu, di tengah spekulasi mengenai kemampuan pertahanan negara tersebut setelah serangan Israel pada bulan Oktober. 

SERAMBINEWS.COM - Iran berhasil menguji sistem pertahanan udara jarak jauh buatan Rusia pada hari Rabu, di tengah spekulasi mengenai kemampuan pertahanan negara tersebut setelah serangan Israel pada bulan Oktober.

Menurut media pemerintah Iran, Bavar-373 milik negara itu bekerja sama dengan S-300 buatan Rusia, menembak jatuh pesawat nirawak musuh yang menembakkan rudal.

Latihan tersebut mensimulasikan serangan pesawat nirawak skala besar, dengan sistem pertahanan Iran mengandalkan sistem pemantauan visualnya untuk mendeteksi target di ketinggian rendah.

Uji coba tersebut dilakukan hanya beberapa bulan setelah serangan balasan Israel terhadap Iran pada akhir Oktober.  

Pada tanggal 26 Oktober, pesawat Israel menyerang fasilitas rudal Iran dan lokasi pertahanan lainnya di dekat Teheran. 

Israel mengatakan pada saat itu bahwa serangan ini telah melumpuhkan kemampuan pertahanan Iran.

Pada hari Rabu, Iran mengklaim bahwa keberhasilan uji coba hari Rabu membuktikan bahwa sistem pertahanan jarak jauh negara itu beroperasi, terlepas dari pernyataan Israel.

Uji coba tersebut segera dilakukan setelah pertemuan Presiden AS Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang pertama sejak presiden tersebut menjabat. 

Meskipun rincian pasti dari pertemuan tersebut tidak tersedia, kedua pemimpin mengatakan bahwa mereka secara serius membahas masa depan program nuklir Iran

Kedua pemimpin sepakat bahwa Republik Islam tidak boleh diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir, dengan Trump menegaskan bahwa ia akan memberikan tekanan ekstrem pada Iran.

Uji coba sistem pertahanan Iran yang berhasil akan menambah spekulasi tentang posisi globalnya. 

Beberapa pakar pertahanan asing telah menegaskan bahwa Iran berada dalam posisi yang lebih lemah secara keseluruhan karena runtuhnya rezim Bashar Assad di Suriah dan kemunduran Hizbullah di Lebanon.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved