Berita Pidie

Pidie Akan Bangun 179 Rumah untuk Duafa

Survei yang dilakukan tim dari Pemerintah Provinsi sudah memasuki tahap akhir. YUSBINDAR, Kabid Perumahan Perkim Pidie

Editor: mufti
For Serambinews.com
SURVEI PENERIMA RUMAH - Tim survei melakukan foto bersama pemilik rumah di Kabupaten Pidie yang mendapatkan rumah bantuan dari Pemerintah Aceh. 

Survei yang dilakukan tim dari Pemerintah Provinsi sudah memasuki tahap akhir. YUSBINDAR, Kabid Perumahan Perkim Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sebanyak 179 rumah untuk kaum duafa di Pidie dibangun tahun 2025. Rumah bantuan tipe-36 tersebut dengan sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) masih dilakukan survei terhadap penerima. 

Untuk diketahui, sesuai data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie mencatat 3.343 unit rumah bantuan sudah dibangun untuk kaum duafa di kabupaten itu. 

Dengan bertambahnya 179 unit pembangunan rumah duafa tahun ini, sehingga total rumah bantuan dibangun berjumlah 3.517 unit. 

Program rumah bantuan itu dibangun dengan sumber Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Dana Alokasi Khusus (DAK), APBA dan rumah bantuan safari subuh. 

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Pidie, Yusbindar kepada Serambi, Sabtu (8/2/2025), mengatakan, bantuan rumah duafa tipe-36 untuk warga miskin di Pidie, dibangun tahun 2025, yang menyebar di 23 kecamatan. Rumah bantuan tersebut dengan sumber APBA yang masih dilakukan survei terhadap penerima rumah bantuan tersebut. 

Dikatakan, daftar nama penerima ditentukan sendiri oleh tim dari Pemerintah Aceh, dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Perkim Pidie saat turun ke lapangan. Di mana, tahap pertama survei penerima rumah diberitahukan kepada Dinas Perkim Pidie pada Desember 2024, dengan jumlah rumah bantuan 91 unit. 

"Tahap kedua 88 unit diberitahukan kepada Dinas Perkim Pidie pada Januari 2025, untuk dilakukan survei. Petugas kita turut mendampingi saat tim dari provinsi melakukan survei terhadap penerima rumah. Pendampingan kita lakukan agar tidak tumpah tindih penerimaan rumah bantuan," jelasnya. 

Ia menyebutkan, rumah bantuan duafa dengan sumber dana APBA, Dinas Perkim Pidie hanya melakukan pendampingan saat dilakukan survei. Sementara besaran anggaran hingga penentuan penerima rumah dilakukan sendiri oleh Pemerintah Provinsi. Dinas Perkim Pidie hanya melakukan singkronisasi dengan data sesuai by name by address. 

"Survei yang dilakukan tim dari Pemerintah Provinsi sudah memasuki tahap akhir. Kita juga tidak mengetahui kapan rumah bantuan tersebut dibangun. Rumah bantuan itu sebagai program 3 juta rumah. Dengan bantuan rumah dari Pemerintah Provinsi sehingga bisa membantu masyarakat Pidie yang belum memiliki rumah layak huni," pungkasnya.(naz)

 

Rehab Dialihkan

Plt Dinas Sosial Pidie, Muhammad Husin, kepada Serambi, Sabtu (8/2/2025), mengungkapkan, program rehab rumah di Dinsos Pidie sudah dialihkan ke Dinas Perkim Pidie. Pengalihan tersebut seiring berubahnya nomenklatur sehingga Dinsos tidak dibolehkan dengan program rehab rumah.

"Kalau tahun 2024, kita masih dibolehkan menangani rehab rumah ketika terjadinya rumah terbakar. Dinsos memberikan bahan rehab rumah seperti papan, semen, pasir dan batu bata," jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini dibantu untuk korban kebakaran hanya bantuan masa panik dan tenda. Selain itu, Dinsos Pidie juga membantu kursi roda untuk masyarakat disabilitas. 

"Sebenarnya, dengan dipindahkan program rehab rumah ke Dinas Perkim Pidie sangat bagus, karena di Dinsos tidak memiliki tenaga teknis," kata Muhammad Husin.(naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved