Berita Lhokseumawe

Mualem Lantik Sayuti–Husaini Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Ini Pesannya

Gubernur meminta seluruh pejabat dan masyarakat harus bersatu agar tidak dilayani, tapi melayani. 

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Dok DPRK Lhokseumawe
PELANTIKAN WALI KOTA - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Sayuti Abubakar dan Husaini sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe periode 2025-2030, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRK Lhokseumawe, Senin (17/2/2025). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf mengambil sumpah jabatan dan pelantikan Sayuti Abubakar dan Husaini sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe periode 2025-2030, dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRK Lhokseumawe, Senin (17/2/2025).

Sayuti–Husaini merupakan pasangan yang berhasil meraih kemenangan dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)serentak tahun 2024.

Acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem berlangsung di lantai tiga Gedung DPRK Lhokseumawe pada pukul 16.46 WIB. 

Tampak suasana pemandangan prosesi pelantikan disesaki oleh para undangan yang memadati ruangan acara. 

Prosesi pelantikan itu mendapat pengamanan sangat ketat aparat keamanan.

Di mana setiap tamu yang masuk harus melewati pemeriksaan ketat petugas dan pintu detector satu per satu.

Pelantikan ini menandai awal dari kepemimpinan baru untuk Kota Lhokseumawe.

Seluruh lapisan masyarakat menaruh harapan besar pada Sayuti–Husaini selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota agar bisa memberi perubahan yang lebih baik untuk kepentingan umum. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan, dirinya sangat yakin Kota Lhokseumawe akan lebih maju seperti masa lalu. 

Karena sangat banyak investor yang ingin masuk ke Kota Lhokseumawe

Sehingga nantinya akan mengatasi masalah pengangguran dan jauh dari kemiskinan. 

Gubernur juga akan membangun pelabuhan di Kota Lhokseumawe lintasan jalur ke Malaysia. 

Sehingga seluruh hasil potensi alam tidak lagi singgah di daerah tetangga tapi langsung diekspor ke luar negeri. 

Gubernur meminta seluruh pejabat dan masyarakat harus bersatu agar tidak dilayani, tapi melayani. 

Gubernur juga memperingatkan kepada Wali Kota agar selalu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh dan jangan lupa meminta doa dari para ulama.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved