Minggu, 3 Mei 2026

Belajar dari Ibunda Raisa, Kenali Gejala Kanker Paru-paru Sebelum Terlambat

Dari kisah ibunda Raisa, kita bisa belajar untuk lebih mawasdiri terhadap adanya kanker paru-paru.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nurul Hayati
Warta Kota/Arie Puji
Penyanyi Raisa di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (15/12/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Ibunda penyanyi Raisa Andriana, Ria Mariaty, diketahui menderita kanker paru-paru stadium 4 sejak Desember 2024.

Kabar itu dibagikan oleh kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama, di akun Instagram @rinaldinurpratama pada awal Januari 2025.

"Pada Desember 2024, kami terpukul dengan berita mengejutkan, ibunda kami didiagnosis kanker paru-paru, dan itu sudah menyebar ke beberapa bagian tulangnya," tulis Rinaldi dalam keterangan di foto unggahannya yang dikutip Kompas.com pada Jumat (7/3/2025).

Kabar tersebut sangat menghancurkan Raisa sekeluarga karena ibunda telah melakukan skrining kanker lengkap sejak Mei 2024.

Hasilnya, tidak ditemukan adanya kanker.

Adanya kanker baru diketahui ketika ibunda Raisa mengalami batuk selama sebulan pada Oktober 2024.

Dari kisah ibunda Raisa, kita bisa belajar untuk lebih mawasdiri terhadap adanya kanker paru-paru.

Mengetahui gejala kanker paru-paru bisa membantu untuk bisa melakukan deteksi dini dan segera mendapatkan diagnosis serta pengobatan yang tepat. 

Stadium 1

Apa itu kanker paru-paru? Dikutip dari Cleveland Clinic, kanker paru-paru adalah penyakit yang disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak terkendali di paru-paru.

Sel abnormal itu membelah dan membuat salinan diri lebih banyak.

Namun, terkadang di antara sel yang diproduksi mengalami perubahan (mutasi) yang membuatnya terus memperbanyak diri yang seharusnya tidak.

Sel-sel yang sudah rusak tetap membelah diri menciptakan massa atau tumor, sebuah jaringan yang pada akhirnya membuat organ tubuh tidak berfungsi dengan baik.

Kanker paru-paru adalah sebutan untuk kanker yang bermula di paru-paru, biasanya di saluran udara (bronkus atau bronkiolus) atau kantung udara kecil (alveoli).

Namun, kanker yang bermula di paru-paru dapat menyebar ke bagian tubuh lain.

Kondisi ini disebut kanker paru metastatik yang lebih sulit diobati daripada kanker yang belum menyebar.

Kanker paru-paru metastatik terjadi pada stadium 4.

Stadium kanker paru-paru dibagi menjadi stadium 0, 1, 2, 3, dan 4.

Apa saja gejala kanker paru-paru yang harus diwaspadai?

Mengutip Cancer Research UK, kanker paru-paru memang tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal.

Namun, gejala kanker paru-paru yang paling umum meliputi berikut:

Batuk hampir sepanjang waktu

Kehabisan napas saat melakukan hal-hal yang biasanya mudah dilakukan.

Batuk berdahak yang disertai darah di dalamnya

Merasakan nyeri atau sakit di dada atau bahu

Infeksi dada yang berulang atau infeksi dada yang tidak kunjung membaik

Kehilangan nafsu makan

Merasa lelah sepanjang waktu

Menurunkan berat badan

Sementara, banyak gejala yang muncul bisa menjadi disebabkan oleh kondisi medis lain, tetapi mendeteksi kanker paru-paru sejak dini bisa mempermudah pengobatannya.

Selain gejala umum tersebut, ada beberapa tanda-tanda kanker paru-paru yang harus Anda waspadai.

Misalnya, perubahan pada bentuk jari dan kuku Anda.

Beberapa orang mengalami pembengkakan pada jari dan kuku.

Mereka juga mungkin merasakan nyeri dan pembengkakan pada persendian.

Adanya masalah terhadap hormon juga bisa menjadi gejala kanker paru-paru.

Gejala kanker paru-paru terkait hormon jarang terjadi, tetapi beberapa jenis sel kanker paru-paru menghasilkan hormon yang masuk ke aliran darah.

Hormon tersebut dapat menyebabkan gejala-gejala yang tampaknya tidak berhubungan dengan kanker paru-paru.

Dokter menyebut kondisi ini sebagai sindrom paraneoplastik.

Gejala kanker paru-paru terkait hormon yang dimaksud meliputi:

Mual dan muntah

Sakit kepala

Kebingungan atau kesulitan berpikir jernih

Merasa lemah atau lelah

Merasa gelisah atau mudah tersinggung

Kelemahan, kejang, kram, atau nyeri otot Kejang atau pingsan

Kesulitan berjalan dan menaiki tangga

Kesulitan mengangkat benda atau mengangkat lengan

Kelopak mata terkulai, mata kering dan penglihatan kabur

Masalah menelan

Pusing saat berdiri

Mulut kering

Sembelit

Tidak dapat mencapai dan mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi)

Kekuatan yang membaik sementara saat berolahraga, tetapi kemudian berkurang seiring dengan berlanjutnya latihan

Jika Anda merasakan tanda-tanda kanker paru-paru seperti di atas, Anda perlu segera periksa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Apa tes kesehatan yang diperlukan untuk diagnosis kanker paru-paru?

Menurut Cleveland Clinic, mendiagnosis kanker paru-paru bisa menjadi proses panjang.

Kunjungan pertama biasanya berupa anamnesis, di mana dokter akan bertanya kepada pasien berbagai gejala yang dialami, riwayat kesehatan.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendengarkan jantung dan paru-paru.

Jika dokter menduga kanker paru-paru, dokter biasanya akan merekomendasikan pasien melakukan tes pencitraan (seperti CT scan) dan biopsi.

Tes lain termasuk menggunakan PET/CT scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar, dan tes jaringan kanker dari biopsi untuk membantu menentukan jenis perawatan terbaik. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Belajar dari ibunda raisa penting kenali kanker paru paru sejak dini

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved