Banda Aceh
Masjid Cut Meutia Banda Aceh Sediakan Ratusan Porsi Buka Puasa Gratis Tiap Hari
Masjid Cut Meutia yang berlokasi di jalan Tgk Chik Ditiro, Ateuk Pahlawan, Banda Aceh menyediakan sekitar 400 porsi makanan berbuka puasa...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Masjid Cut Meutia yang berlokasi di jalan Tgk Chik Ditiro, Ateuk Pahlawan, Banda Aceh menyediakan sekitar 400 porsi makanan berbuka puasa gratis setiap harinya sejak awal Ramadhan. Berkat kontribusi dari berbagai pihak, jumlah ini kerap meningkat hingga mencapai 550 porsi.
Salah satu bentuk dukungan signifikan diberikan oleh Majelis Taklim Miftahul Hidayat dan kerja sama dengan King Fried Chicken yang telah menyumbangkan 1.500 porsi makanan berbuka selama tiga tahun berturut-turut.
Ketua penyelenggara kegiatan berbuka puasa, Ustaz Muhammad Furqan menyampaikan, masjid ini terbuka bagi semua kalangan.
“Kami ingin Masjid Cut Meutia menjadi tempat yang inklusif, di mana siapa pun dapat merasakan kebersamaan dan mendapatkan manfaat dari program-program yang kami selenggarakan,” ujar Ustaz Furqan dalam keterangannya yang diterima, Kamis (13/3/2025).
Selain program berbuka puasa, masjid ini juga menyediakan santapan sahur selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan jumlah porsi yang berkisar antara 400 hingga 500, program ini bertujuan untuk mendukung jamaah yang menjalankan itikaf agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Masjid Cut Meutia juga konsisten menjalankan berbagai program sosial lainnya seperti mendistribusikan bantuan berupa beras bagi warga sekitar, memberikan santunan kepada anak yatim, serta menyalurkan zakat mal kepada yang berhak menerimanya.
Hingga akhir Ramadan, total dana yang dialokasikan untuk kegiatan berbuka dan sahur diperkirakan mencapai Rp300 juta, menegaskan besarnya partisipasi jamaah dalam mendukung inisiatif sosial masjid.
Di samping kegiatan sosial, Masjid Cut Meutia juga menjadi pusat ibadah bagi umat Muslim yang ingin mengoptimalkan amalan Ramadan.
Program itikaf dan qiyamullail yang diselenggarakan selama sepuluh malam terakhir menarik banyak jamaah, dengan salat malam yang dipimpin oleh imam-imam hafiz terkemuka serta lantunan satu juz Al-Qur’an setiap malamnya.
“Bagi para jamaah, Masjid Cut Meutia bukan sekadar tempat beribadah, melainkan juga wadah untuk membangun kebersamaan dan memperkuat ikatan sosial,” kata Ustaz Furqan.
Dengan komitmen yang kuat terhadap nilai inklusivitas dan kepedulian sosial, Masjid Cut Meutia terus menjadi simbol kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui berbagai program yang diselenggarakan, masjid ini membuktikan Ramadhan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga kesempatan untuk mempererat persaudaraan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jamaah-buka-puasa-di-Masjid-Cut-Meutia-di-jalan-Tgk-Chik-Ditiro.jpg)