Rabu, 15 April 2026

Suara Parlemen

HRD Kecam Keras Pelaku Pembunuhan Agen Mobil di Aceh Utara 

Pelaku pembunuhan yang dilakukan oknum TNI AL tersebut tidak hanya mencoreng nama baik institusi TNI AL, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarak

Editor: Muhammad Hadi
Dok Pribadi
Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan M Daud yang disapa HRD, mengecam keras pelaku pembunuhan Hasfiani bin H Jafaruddin alias Imam, agen mobil di Aceh Utara. 

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan M Daud yang disapa HRD, mengecam keras pelaku pembunuhan Hasfiani bin H Jafaruddin alias Imam, agen mobil di Aceh Utara.

Pelaku diduga dilakukan oleh Oknum TNI Angkatan Laut (AL) berinisial DI berpangkat Klasi Dua yang bertugas di Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe.

Dikatakan HRD kepada wartawan, Selasa (18/3/2025), kasus perampokan disertai pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI AL itu, pelakunya harus dijatuhi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Pelaku pembunuhan yang dilakukan oknum TNI AL tersebut tidak hanya mencoreng nama baik institusi TNI AL, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan dan adil agar tidak ada kesan bahwa kasus ini ditutup-tutupi atau diperlunak hanya karena pelaku berasal dari institusi militer.

Baca juga: 11 Fakta Oknum TNI AL Lhokseumawe Tembak Mati Agen Mobil: Berawal Test Drive Berujung Tewas Didor

"Kita sangat menyesalkan terjadinya kasus perampokan disertai pembunuhan yang diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI AL.

Kita berharap agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan dengan adil dan transparan, pelaku harus dijatuhi hukuman yang setimpal," tegas HRD.

HRD juga mendorong pihak berwenang, untuk mengusut kasus ini secara terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

 Ia menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, termasuk bagi anggota TNI yang terlibat dalam tindak pidana berat seperti ini.

"Jangan sampai ada upaya untuk melindungi atau meringankan hukuman bagi pelaku hanya karena ia berasal dari institusi militer. Hukum harus tetap ditegakkan setegak-tegaknya. 

Keterbukaan dan transparansi dalam pengusutan kasus ini sangat diperlukan agar publik mendapatkan kejelasan dan kepercayaan terhadap sistem peradilan kita," terang politisi terbaik PKB ini.

Baca juga: HRD dan Tim PKB Akan Fasilitasi Keluarga PMI Korban Penembakan Terbang ke Malaysia

HRD juga meminta agar Polisi Militer segera memberikan perkembangan terbaru terkait penyelidikan kasus ini. 

Menurutnya, kejelasan dalam setiap tahap penyelidikan akan menjadi bukti bahwa hukum di Indonesia masih memiliki wibawa dan mampu memberikan keadilan kepada masyarakat.

HRD menilai bahwa kasus ini merupakan ujian bagi supremasi hukum di Indonesia, terutama dalam menindak tegas anggota aparat yang melakukan tindak pidana berat.

"Kita ingin hukum di negara ini benar-benar adil bagi semua warga, tidak peduli apakah dia rakyat biasa atau aparat negara. 

Justru ketika ada aparat yang melakukan kejahatan berat seperti ini, hukum harus ditegakkan lebih tegas agar tidak ada kesan impunitas bagi pelaku yang berasal dari institusi tertentu," pungkas HRD. (*)

Baca juga: Respon Keluhan Warga, HRD Anggota DPR RI Perjuangkan Jembatan di Jagong Jeget Aceh Tengah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved