Berita Bireuen

DKA Bireuen  Gelar Buka Puasa Bersama di Kolam Pancing

Bupati dan an Wakil Bupati beserta istri didampingi oleh Mulyadi selaku pengelola juga turut menabur benih ikan di Ekowisata Kolam

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
IST
BIBIT IKAN -Bupati Kabupaten Bireuen, H Mukhlis melepas bibit ikan ke Kolam Pancing, di Gampong Cot Gapu, Bireuen. 

 

Bupati dan an Wakil Bupati beserta istri didampingi oleh Mulyadi
selaku pengelola juga turut menabur benih ikan di Ekowisata Kolam

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Para pengurus Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen, Sabtu (22/3/2025 menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama, di Ekowisata Kolam Pancing Garden, Gampong Cot Gapu, Kecamatan Kota Juang, Bireuen. Lokasi mancing tersebut berada di belakang Kejari dan Dinas Syariat Islam.

Silaturahmi dan buka puasa bersama dihadiri langsung Bupati Kabupaten Bireuen, H Mukhlis, juga sebagai Ketua DKA Bireuen, Wakil Bupati, Ir H Razuardi beserta istrinya tersebut dirangkai dengan peresmian dan pelepasan bibit ikan lele, gurami dan nila di kolam tersebut bagian dari areal Paya Kareung.

Bupati dan an Wakil Bupati beserta istri didampingi oleh Mulyadi
selaku pengelola juga turut menabur benih ikan di Ekowisata Kolam
Pancing Garden yang akan menjadi salah satu pusat wisata dan budaya serta sport centre Bireuen tersebut.

Bupati H Mukhlis dalam sambutannya antara lain mengharapkan kepada para pengurus DKA Bireuen DKA supaya bisa menjadi pelopor pengembangan dan pertahanan ekosistem seni Budaya Bireuen.

"Saya berharap  pengurus terus kompak, walau saya sudah terpilih menjadi Bupati, tidak akan meninggalkan Ketua DKA karena kita sudah bergerak dari nol bersama- sama," ungkap H Mukhlis.

Terkait ekowisata tersebut, Bupati Bireuen mengharapkan tempat wisata kolam pancing dan dilengkapi wisata kuliner ini bisa menjadi sport centre Bireuen, penyediaan air bersih dan juga tempat pengendalian banjir.

Dikatakan juga luas Paya Kareung mencapai 57 hektar termasuk
lokasi ini, apalagi kalau lokasi ini dapat dikembangkan sangat luar
biasa sebagai tempat jogging track dibuat jalan keliling kolam dan
tentunya butuh biaya tidak sedikit.

Terkait kolam pancing ini, kata Bupati, sangat cocok karena air tawar dan untuk menyelamatkan ikan endemik dasar di paya-paya yang kini mulai langka seperti ikan Lele Kampung, Ikan Krup atau Ikan Betok, Ikan Sepat, Ikan Gabus.

"Saya harapkan kepada Pak Mulyadi selaku pengelola, bibit-bibit ikan
endemik paya perlu dilestarikan di kolam khusus tanpa campuran ikan jenis lainnya.

Kalau ada program pengembangan ikan air tawar, bibit
ikan sudah langka ini harus ada agar bisa kita lestarikan," harap
Bupati. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved