Sabtu, 25 April 2026

Berita Banda Aceh

Bupati Aceh Selatan Kunjungi Serambi Indonesia

Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar

Editor: mufti
Serambi Indonesia
MIRWAN KUNJUNGI SERAMBI – Bupati Aceh Selatan, H Mirwan foto bersama dengan Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Pemimpin Redaksi, Zainal Arifin M Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan, Firdaus Darwis, dan Kadis DPMG Aceh Selatan, Agustinur, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia, Senin (24/3/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan mengunjungi Kantor Harian Serambi Indonesia di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (24/3/2025). Dalam kunjungan tersebut Mirwan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Selatan, Agustinur, beserta stafnya. 

Kehadiran orang nomor satu di Aceh Selatan itu disambut oleh Pemimpin Perusahaan Mohd Din, Pemimpin Redaksi Zainal Arifin M Nur, Wakil Pemimpin Perusahaan Firdaus Darwis, Asisten Manajer Iklan Kurniadi, serta Supervisor Event dan Promosi Subur Dani. 

Pada kesempatan tersebut, Mirwan mendiskusikan mengenai rencana pembangunan Aceh Selatan lima tahun ke depan. Dalam pertemuan ini, ia juga mendiskusikan terkait penanganan banjir di Trumon dan sejumlah potensi peningkatan ekonomi masyarakat di Kota Naga. 

“Aceh Selatan ini orientasinya sebagai kabupaten induk, setelah dipecah menjadi tiga. Besar harapan saya karena pengalaman saya 30 tahun di luar, ketika saya pulang kampung perubahan belum banyak yang berkaitan langsung ke arah masyarakat banyak,” kata Mirwan. 

Mirwan mengungkap, penyebab banjir yang kerap melanda Trumon disebabkan oleh sejumlah persoalan, mulai dari pendangkalan muara sungai hingga kondisi alur sungai berliku-liku sehingga membuat air tidak lancar mengalir. 

“Kemudian ada pekerjaan yang menurut saya ini tidak sempurna, ada pemasangan tanggul batu gajah dilapisi dengan kerikil. Ketika ada hantaman aliran yang kencang otomatis kerikil itu bergeser dan jebol,” tuturnya. “Itu sudah dalam catatan kita dan dalam waktu dekat ini kita akan lakukan penanganan. Apalagi kita juga telah melakukan audiensi dengan sejumlah relasi di pusat dan mereka siap membantu,” lanjutnya.

Selain itu, Mirwan juga menyampaikan terkait berbagai potensi di Aceh Selatan yang dapat dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, seperti sektor pertanian hingga pertambangan.

Menurut Mirwan, Aceh Selatan sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil pala terbanyak di Provinsi Aceh. Namun, beberapa tahun ini para petani mulai meninggalkan pala lantaran serangan penyakit dan hama yang menyebabkan pohon pala mati. 

Atas dasar itu, Mirwan terdorong untuk mengembangkan berbagai inovasi lainnya di bidang pertanian, termasuk meyakinkan masyarakat untuk menanam nilam. “Karena nilam Aceh Selatan menurut penelitian merupakan salah satu kualitas nilam yang terbaik. Untuk itu, kita akan mengupayakan harga pasar nilam yang menguntungkan masyarakat, sehingga masyarakat betah,” jelasnya. 

Di sisi lain, kata Mirwan, Aceh Selatan juga memiliki potensi mineral dan pertambangan yang cukup baik. Hal ini dinilai menjadi peluang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat, sehingga perlu dikelola dengan baik. 

“Hasil survei tambang kita cukup baik. Tapi selama ini tidak ada feedback PAD yang maksimal terhadap daerah. Karena itu, kita membuka ruang sebesar-besarnya untuk investor yang ingin berinvestasi di Aceh Selatan,” ungkapnya.(ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved