Minggu, 14 Juni 2026

Harga Emas

Harga Emas Melejit Hampir 2 Persen, Dolar Merosot Pasca Tarif Trump Terhadap China!

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan, "Penurunan nilai tukar dolar akibat kekhawatiran tarif secara efektif membuka jalan bagi emas

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Generated by AI (ChatGPT)
HARGA EMAS NAIK - Ilustrasi harga emas - harga emas spot naik 1,9 persen menjadi $3.038,54 per ons (9/4/2025). 

Harga Emas Melejit Hampir 2 Persen, Dolar Merosot Pasca Tarif Trump Terhadap China!

SERAMBINEWS.COM-Harga emas naik hampir 2 persen pada hari Rabu (9/4/2025) karena melemahnya dolar setelah tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap China mulai berlaku.

Sebagian besar pedagang kemudian beralih ke emas batangan sebagai aset aman, mengingat kekhawatiran tentang perdagangan global dan resesi yang semakin meningkat. 

Dilansir dari kantor berita Reuters (9/4/2025), harga emas spot naik 1,9 persen menjadi $3.038,54 per ons pada pukul 07.00 GMT. 

Sementara itu, harga emas berjangka AS meningkat 2,2 persen menjadi $3.056,60.

Trump menaikkan tarif atas impor dari China hingga 104 persen untuk membalas tarif yang dikenakan Beijing.

 Ia menuduh China memanipulasi mata uang yuan untuk mengimbangi pungutan tarif tersebut.

China menolak untuk tunduk pada apa yang dianggapnya sebagai pemerasan dan bersumpah untuk "berjuang sampai akhir."

Tarif khusus negara mulai berlaku pada pukul 12:01 dini hari Waktu Timur (0401 GMT), sesuai rencana.

Kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer, menjelaskan, "Penurunan nilai tukar dolar akibat kekhawatiran tarif secara efektif membuka jalan bagi emas untuk kembali ke level $3.000."

Ia menambahkan, "Karena ketidakpastian pertumbuhan global dan inflasi, emas masih berada di jalur yang tepat untuk mengejar rekor tertinggi baru meskipun mengalami beberapa kendala dalam perkembangannya selama seminggu terakhir."

Namun, beberapa kenaikan harga emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil terbatas karena imbal hasil obligasi acuan AS bertenor 10 tahun yang mencapai titik tertinggi dalam lebih dari satu bulan. 

Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di $3.167,57 pada 3 April lalu.

Kenaikan harga emas tersebut mengingatkan pada masa ketika kekacauan politik dan ekonomi menjadi pendorong utama kenaikan harga emas, yaitu pada tahun 1980 selama Revolusi Iran.

Menurut data Dewan Emas Dunia, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas mencatat arus masuk triwulanan terbesar dalam tiga tahun selama periode Januari-Maret 2025.

Saat ini, pasar sedang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve yang diharapkan dirilis hari ini, serta indeks harga konsumen AS yang akan diumumkan pada hari Kamis.

 Kelvin Wong, analis pasar senior Asia Pasifik di OANDA, mengatakan, "Panduan Fed kemungkinan akan tetap hati-hati, dengan mencermati potensi kebangkitan inflasi yang bisa mengancam pertumbuhan."

Selain emas, harga perak spot naik 1,3 persen menjadi $30,23 per ons. Harga platinum stabil di $921,62, dan harga paladium naik 0,9 persen menjadi $914,73

(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Melesat Tajam! Berikut Rincian Harga per Mayam Edisi 9 April 2025

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved