Berita Aceh Timur
Sampah Plastik Cemari Sungai Bagok, Nelayan dan Petani Tambak Mengeluh
"Kadang bisa sampai tiga hingga empat karung. Sampahnya macam-macam, mulai dari plastik rumah tangga,
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
"Kadang bisa sampai tiga hingga empat karung. Sampahnya macam-macam, mulai dari plastik rumah tangga,
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Pencemaran sampah plastik di Sungai Bagok, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, semakin mengkhawatirkan.
Para nelayan dan petani tambak, Rabu (9/4/2025) mengeluhkan dampak serius yang ditimbulkan, mulai dari hasil tangkapan yang menurun hingga ancaman terhadap keberlangsungan usaha tambak di wilayah tersebut.
Mulyadi (54), nelayan jala-jala asal Gampong Teupin Pukat yang akrab disapa Adi Kleng, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah sampah plastik yang terjaring dalam pukat ambai miliknya terus meningkat.
"Kadang bisa sampai tiga hingga empat karung. Sampahnya macam-macam, mulai dari plastik rumah tangga, pampers, sampai ampas ayam potong.
Baunya menyengat dan membuat hasil tangkapan berkurang," kata Adi Kleng saat ditemui di bantaran Sungai Bagok, Rabu (9/4/2025).
Ia menambahkan bahwa udang, ikan, dan kepiting yang biasa masuk ke dalam pukat kini justru kalah jumlah dengan tumpukan sampah yang terbawa arus sungai.
Kondisi ini turut dialami oleh Nurdin (60), nelayan Kuala Bagok. Ia menyebutkan bahwa emisi sampah plastik di sungai tersebut telah memperparah pendangkalan muara Kuala Bagok.
“Kalau dibiarkan, lima sampai sepuluh tahun ke depan nelayan tidak bisa lagi menggunakan boat oskadon untuk melintasi muara karena terlalu dangkal.
Bisa-bisa sungai ini berubah jadi tempat pembuangan akhir (TPA),” ujarnya.
Selain nelayan, para petani tambak di sepanjang aliran sungai juga terdampak.
Sampah plastik yang terbawa arus kerap masuk ke tambak saat air dialirkan, sehingga mengganggu produktivitas tambak dan mengurangi debit air yang masuk ke kolam.
Melihat situasi tersebut, para nelayan dan petani mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Kecamatan Nurussalam, serta pemerintah gampong di sepanjang bantaran sungai untuk segera bertindak.
Mereka meminta adanya sosialisasi intensif kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan ekonomi warga yang bergantung pada sungai tersebut.(*)
| 62 Peserta Didik SMA Negeri 1 Peureulak Lulus di SPAN PTKIN 2026 |
|
|---|
| 523 Murid SMA dan SMK di Aceh Timur Lulus SNBP, Meningkat Dibanding 2025 |
|
|---|
| Warga Idi Rayeuk Ditangkap Polisi, 12 Paket Sabu Diamankan |
|
|---|
| Tanpa Surat Ini, Kayu Masyarakat Bisa Disita, Polisi Jelaskan Aturan ke Warga |
|
|---|
| Tekan Angka Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polres Aceh Timur Gelar Sosialisasi ke Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sampah-plastik-di-sungai.jpg)