Aceh Timur
Awal Pekan, Harga Kakao Kering di Aceh Timur Kembali Turun
Rizal Wahyudi, salah satu kolektor kakao di Aceh Timur, mengungkapkan bahwa harga pembelian dari agen kini berada di kisaran Rp104.000
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
Rizal Wahyudi, salah satu kolektor kakao di Aceh Timur, mengungkapkan bahwa harga pembelian dari agen kini berada di kisaran Rp104.000
Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI – Harga kakao kering di Aceh Timur kembali mengalami penurunan seiring dibukanya pasar global awal pekan ini.
Berdasarkan data, harga kakao dunia saat ini tercatat sebesar 8.942 dolar AS, turun 4,79 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada harga pembelian kakao di tingkat agen dan perusahaan.
Rizal Wahyudi, salah satu kolektor kakao di Aceh Timur, mengungkapkan bahwa harga pembelian dari agen kini berada di kisaran Rp104.000 per kilogram, tergantung pada kualitas dan tingkat kekeringan biji kakao.
"Kalau hari ini sudah turun lagi. Minggu lalu, saat pasar tutup, sempat narik Rp105.000 sampai Rp 106.000 per kilogram.
Tapi sejak pembukaan pasar hari Senin, harga turun lagi," jelas Rizal kepada Serambinews.com.
Rizal menambahkan, harga yang ia tetapkan mengikuti perkembangan pasar dunia.
Jika harga internasional naik, harga beli kakao di tingkat lokal pun akan ikut menguat.
Menurutnya, harga kakao di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, bergantung pada kadar air dan kebersihan biji.
Kakao dari petani tersebut kemudian dinilai kembali sebelum diteruskan ke kolektor.
Saat ini, Rizal hanya mengirim sekitar 2 hingga 3 ton kakao per minggu ke Medan, Sumatera Utara, lantaran belum memasuki puncak musim panen.
"Kalau panen puncak, pengiriman bisa mencapai 6 sampai 7 ton per minggu," ujarnya.
Sementara itu, Ahyar Maulana Certification & Traceability Manager PT Hasil Bumi Raya Mandiri (HBRM), Di Medan Sumatera Utara saat dihubungi Serambinews.com, pada Selasa (29/4/2025), membenarkan adanya fluktuasi harga di pasar kakao.
Menurutnya, dalam empat bulan terakhir, pergerakan harga relatif stabil, meski tetap dinamis mengikuti perubahan pasar global.
"Perubahannya tidak terlalu drastis, baik saat naik maupun turun, sehingga masih bisa dikatakan stabil," kata Ahyar.
Ia menjelaskan, saat ini perusahaan membeli kakao dengan harga Rp111.000 hingga Rp 112.000 per kilogram, dengan syarat kadar air maksimal 9 persen, sampah tidak lebih dari 4 persen, dan standar biji atau bingkon 125 butir per 100 gram.
"Jika kakao memenuhi standar tersebut, perusahaan akan membeli sesuai harga pasar yang berlaku," tambahnya.
Ahyar menegaskan bahwa standar komposisi kakao bisa berbeda di tiap perusahaan.
Ada perusahaan yang menerima kadar air dan sampah lebih tinggi, namun tentu dengan harga yang lebih rendah.
Lebih lanjut, Ahyar menerangkan bahwa harga beli di tingkat petani cenderung lebih murah karena kakao mereka umumnya masih mengandung kadar air dan kotoran tinggi.
"Saat dikeringkan, volume dan berat kakao tersebut akan menyusut," tutupnya.(*)
| Nek Ramlah di Aceh Timur Ditemukan Meninggal Terapung di Sungai, Setelah Lima Jam Pergi dari Rumah |
|
|---|
| Dua Dekade JKA, Keuchik di Aceh Timur Desak Hentikan Subsidi Kesehatan untuk Orang Kaya |
|
|---|
| Haji Uma Soroti Dugaan Perampasan Fasilitas Umum hingga Makam Oleh Perusahaan di Aceh Timur |
|
|---|
| Jelang Lebaran Idul Fitri, 2.326 Jiwa Korban Banjir Aceh Timur Masih Tempati Tenda Pengungsian |
|
|---|
| Angka Kecelakaan di Aceh Timur Capai 426 Kejadian Sepanjang 2025, 78 orang Meninggal Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jemur-kakao-29-04.jpg)