Jumat, 5 Juni 2026

Harga Emas

Harga Emas Naik! Investor Bersiap Hadapi Guncangan The Fed dan Trump

pada pukul 02.17 GMT, harga emas spot tercatat naik 0,7 persen menjadi 3.261,59 dolar AS per ons, sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8 persen me

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
For Serambinews.com
HARGA EMAS-Harga emas dunia naik pada hari Senin (5/5/2025) seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). 

SERAMBINEWS.COM-Harga emas dunia naik pada hari Senin (5/5/2025) seiring dengan melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Para investor global saat ini sedang menantikan keputusan penting dari Federal Reserve (bank sentral AS) yang akan diumumkan akhir pekan ini, serta perkembangan terbaru mengenai kebijakan perdagangan antara AS dan sejumlah mitra dagangnya, termasuk China.

Dilansir dari kantor berita Reuters (5/5/2025), pada pukul 02.17 GMT, harga emas spot tercatat naik 0,7 persen menjadi 3.261,59 dolar AS per ons, sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,8 persen menjadi 3.269,60 dolar AS per ons.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah sebesar 0,3 persen terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Melemahnya dolar ini membuat emas menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang selain dolar.

Pelemahan Dolar Jadi Pendorong Harga Emas

Menurut Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, dolar AS yang melemah menjelang pertemuan Federal Reserve menjadi alasan utama naiknya harga emas.

“Dolar AS tampak melemah menjelang pertemuan Fed minggu ini, yang memungkinkan emas sedikit menguat,” ujar Waterer.

Ia juga memperkirakan bahwa emas akan terus bergerak di kisaran harga 3.200 hingga 3.350 dolar AS per ons menjelang pengumuman kebijakan bank sentral AS.

 “Namun, jika muncul berita baru terkait kesepakatan perdagangan, volatilitas pasar emas bisa meningkat lagi,” tambahnya.

Baca juga: Harga Emas di Langsa Turun Saat Mayday, Per Mayam Kini Rp 5,65 Juta, Cek Rincian Edisi 1 Mei 2025

Investor Tunggu Keputusan The Fed dan Pidato Pejabat

Fokus utama pasar saat ini tertuju pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve, serta pidato dari sejumlah pejabat tinggi bank sentral yang dijadwalkan minggu ini.

Investor berharap mendapatkan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan moneter AS, termasuk potensi penurunan suku bunga.

Data ketenagakerjaan AS terbaru yang dirilis Jumat lalu menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan pada bulan April.

Berdasarkan data tersebut, para pelaku pasar kini memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga hingga 80 basis poin sepanjang tahun ini, yang kemungkinan akan dimulai pada bulan Juli.

Trump Desak Pemangkasan Suku Bunga, Tegaskan Powell Tidak Akan Dicopot

Presiden AS Donald Trump juga kembali menekan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.

 Dalam pernyataannya hari Minggu, Trump mengatakan bahwa ia tidak berencana mencopot Jerome Powell dari jabatannya sebagai Ketua Fed, meskipun ia masih terus menyerukan agar suku bunga segera diturunkan.

“Saya tidak akan mencopot Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2026,” kata Trump.

Ia juga menambahkan, “Kami sedang berbicara dengan banyak negara, termasuk China, untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang adil.”

Trump menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah mencapai kesepakatan dagang yang saling menguntungkan, terutama dengan China.

Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai hasil dari pembicaraan tersebut.

Baca juga: Rudal Houthi Lolos, Meledak Dekat Bandara Ben Gurion, Netanyahu Murka!

Pasar Tiongkok Tutup

Perdagangan di pasar China saat ini sedang libur Hari Buruh yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 5 Mei, dan akan kembali aktif pada Selasa, 6 Mei.

Ketiadaan aktivitas di pasar China sedikit mengurangi volume transaksi global, namun tetap memberi ruang bagi pergerakan harga emas karena faktor dolar dan The Fed.

Selain emas, harga logam mulia lainnya tercatat bervariasi.

  • Harga perak spot naik 0,1 persen menjadi 31,99 dolar AS per ons.
  • Harga platinum turun 0,4 persen menjadi 956,09 dolar AS per ons.
  • Harga paladium turun 0,1 persen menjadi 952,63 dolar AS per ons.

Naiknya harga emas menunjukkan bahwa pasar tetap sensitif terhadap perkembangan global, terutama kebijakan moneter AS dan ketegangan perdagangan internasional.

Dengan keputusan Federal Reserve yang akan dirilis minggu ini dan negosiasi dagang yang masih berjalan, investor akan terus mencermati setiap perkembangan untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

Baca juga: Seleksi CPNS 2025, Berikut Formasi Untuk Lulusan SMA/SMK dengan Gaji Tinggi

 (Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved