Rumah Kepala Kampung Gunung Agung Dibakar Warga Buntut Duel Maut, Beras Bansos 4 Ton Diduga Dijual
Aksi pembakaran dilakukan lantaran Sukardi diduga menjual beras bansos sebanyak 400 karung atau seberat 4 ton dengan harga Rp 36 juta.
SERAMBINEWS.COM - Nasib Sukardi, Kepala Kampung atau Lurah Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah.
Rumahnya jadi sasaran amuk warga. Rumah lurah tersebut ludes dibakar warga.
Pemicunya beras bansos yang harusnya disalurkan kepada warga justru diduga dijual oleh Sukardi.
Pembakaran rumah oleh massa juga merupakan buntut duel maut yang terjadi di Pasar Bandar Agung yang menewaskan seorang warga.
Kabar tersiar soal dugaan korupsi yang dilakukan Sukardi selaku Kepala Kampung (Lurah) Gunung Agung, membuat mereka gregetan.
Bagaimana tidak, Duit dari hasil penjualan beras diduga masuk kantong pribadi.
Isu tersebut segera merebak dari telinga ke telinga warga
Hingga puncaknya, pada Sabtu (17/5/2025), mereka bersama-sama mendatangi rumah Sukardi
Warga yang sedang diluputi kemarahan, membakar rumah Kardi
Aksi pembakaran dilakukan lantaran Sukardi diduga menjual beras bansos sebanyak 400 karung atau seberat 4 ton dengan harga Rp 36 juta.
Melansir dari Tribunjatim.com, Minggu (18/5/2025) beras itu dijual Sukardi kepada Pondok Pesantren di Kabupaten Tulangwabang.
Karena perbuatannya itu, rumah Sukardi dibakar warga Sabtu (17/5/2025).
Baca juga: Nasib 3 Anggota TNI yang Disandera Warga Bondowoso, Dua Rumah dan Mobil Dibakar
Motor hingga Mobil Dibakar juga
Warga yang marah juga membakar sepeda motor hingga mobil miliknya.
"Rumah Pak Lurah dibakar, motor dibakar di depan pom. Infonya sih warga setempat tersulut emosi, masalah komentar di medsos tentang penyelewengan bansos Desa Gunung Agung," kata warga setempat, Ahmad, melansir dari TribunLampung.
Sebelum insiden pembakaran ini, warga setempat sempat menyegel Kantor Balai Kampung dan Kantor Kepala Kampung Gunung Agung, Senin (24/2/2025) lalu.
Mereka mendesak agar Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah mencopot Sukardi.
Hal itu lantaran ia ketahuan menjual beras bansos.
Warga setempat, Taufik menjelaskan, warga geram melihat ulah Sukardi yang disebutnya telah merampas hak orang miskin.
Ia juga mengaku kesal bantuan dari pemerintah pusat yang seharusnya untuk rakyat kecil justru dijadikan ladang bisnis oleh sang lurah.
"Total sudah 4 kali Kepala Kampung Gunung Agung menjual beras bansos."
"Terakhir dia terpergok menjual 4 ton beras kemasan 10 kilogram ke Tulangbawang," bebernya.
Sebagai bentuk kekesalan, warga pun menggelar aksi di Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan dilanjutkan dengan melakukan penyegelan Kantor Kepala Kampung Gunung Agung.
Sementara itu, Deki, yang merupakan saksi mata mengaku, melihat ratusan karung beras bansos kemasan 10 kilogram diangkut mobil truk pada Senin (27/1/2025).
Ia kemudian mengikuti truk yang membawa beras bansos tersebut. Dari sana ia mengetahui, beras bantuan itu dijual.
"Saya tahu Kantor Balai Kampung memang tempat penyimpanan beras bansos, tapi saya curiga kok dikeluarkan jam 7 malam hari secara diam-diam," ujarnya, Rabu (29/1/2025).
Dari pengakuan pihak pembeli kepada Deki, beras itu dibeli dari Kepala Kampung seharga Rp90 ribu per kemasan.
"Bantuan beras di Kampung kami memang selalu bermasalah, sudah 4 kali ini bantuan beras untuk warga miskin di daerah kami tidak jelas larinya kemana," tandasnya.
Selain penyelewengan bansos, ada pemicu lain warga nekat membakar rumah Sukardi.
Baca juga: 2 Rumah Dibakar Warga Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Penghuninya Bukan Suami Istri, Ada Wanita Hamil
Penjelasan Kapolres
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra mengatakan, pembakaran rumah oleh massa merupakan buntut duel maut yang terjadi di Pasar Bandar Agung.
Duel itu melibatkan kerabat Sukardi berinisial AGS (41), yang kini telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
"Sebelumnya terjadi perkelahian yang melibatkan AGS selaku kerabat Sukardi dan SRY."
"Perkelahian itu menewaskan SRY, masyarakat pun terprovokasi dan aksi pembakaran pun terjadi," katanya.
Perkelahian itu bermula saat SRY mengantarkan istrinya belanja ke pasar.
Sekira pukul 09.00 WIB, korban bertemu dengan pelaku dan terjadi cekcok mulut di pasar.
Perdebatan itu berujung penikaman yang dilakukan oleh AGS kepada SRY.
"Atas aksi tersebut, Tekab 308 Polres Lampung Tengah sudah mengamankan AGS selaku terduga pelaku penikaman."
"Kemudian insiden pembakaran sebagai buntut peristiwa duel maut, kami sedang melakukan penyelidikan untuk mencari provokator aksi tersebut," bebernya.
Sementara itu, keluarga SRY meminta aparat penegak hukum tegas dalam menangani kasus.
Hal itu disampaikan Usman, kakak ipar dari SRY, saat jajaran Polres Lampung Tengah datang ke rumah duka pasca insiden penikaman dan aksi pembakaran rumah milik Kepala Kampung setempat, Sabtu (18/5/2025).
Usman mengatakan, dia selaku perwakilan keluarga meminta kepolisian untuk menangani kasus tersebut dan dituntaskan secara adil.
"Saya selaku kakaknya mewakili keluarga besar mengharapkan kepada bapak (Polres Lampung Tengah) untuk menindak lanjut, secepatnya, setegasnya,"
"Karena saya takut (kdepan) akan terjadi hal-hal yang lebih dari ini, jangan sampai terjadi," ujar Usman mengampaikan harapan keluarga keluarga.
Sebab, terang Usman, pihak keluarga meyakini aksi penikaman yang dialami SRY saat mengantarkan istrinya di pasar, ada kaitannya dengan Kepala Kampung Gunung Agung Sukardi.
Pasalnya, Usman mengakui bahwa SRY sering menggunggah konten di media sosial yang muatannya menyinggung kejelasan bantuan sosial yang tidak kunjung ada titik terang, yang menjadi keresahan dan dipertanyakan masyarakat setempat sejak bulan Januari 2025 hingga saat ini.
Hal tersebut pun juga diamini masyarakat setempat dan menganggap bahwa SRY sedang memperjuangkan masyarakat kurang mampu yang menuntut hak bantuan sosial dari pemerintah dapat tersalurkan dengan baik.
"Adek saya memperjuangkan kebenaran, memperjuangkan hak-hak masyarakat. Bukan memperjuangkan diri dia sendiri," kata Usman.
Oleh sebab itu, Usman meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan tindak lanjut.
Penindakan yang dituntut oleh Usman dan keluarga korban pun jangan sampai pandang bulu.Sehingga penegakan hukum dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
"Yang sangat disayangkan, oknum-oknum (Pemkab) yang bersangkutan dengan Kepala Kampung Gunung Agung kurang mengambil tegas. Jadi istilahnya bertele-tele sampai terjadi seperti ini (korban jiwa)," tutupnya. (TribunLampung)
Baca juga: Keberangkatan Lancar, Bandara SIM Pastikan Kepuasan Jemaah Haji Jadi Prioritas
Baca juga: Warga Temukan Ratusan BH Wanita Tak Bertuan di Sekolah Terbengkalai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Baca juga: Puluhan Warga Aceh Singkil Terjangkit DBD, Ini Langkah Dinkes
| Ini Empat Bansos yang Cair pada Mei 2026, Cek Melalui Link Berikut |
|
|---|
| VIDEO - Presiden Prabowo Target Bangun 1 Juta Rumah Buruh, Ojol Dijanjikan Bagi Hasil 92 Persen |
|
|---|
| May Day di Banda Aceh Kondusif, Polda Aceh Salurkan 2,5 Ton Beras untuk Buruh |
|
|---|
| Prabowo Janjikan Buruh Punya Rumah dengan KPR 40 Tahun, Daripada Kontrak 30 Persen Gaji |
|
|---|
| Ombudsman Aceh Sidak RSUDZA, Temukan Sejumlah Kendala Layanan dan Fasilitas, Buka PVL di Lokasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-rumah-Kepala-Kampung-Gunung-Agung-Lampung-Tengah-usai-dibakar-massa.jpg)