Selasa, 21 April 2026

Video

VIDEO - Angka Kematian Akibat Stroke di Aceh Tinggi, Perdosni Gelar Pertemuan Ilmiah Nasional

PIN kali ini tidak hanya fokus pada kajian ilmiah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga medis, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: m anshar

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM,  – Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (Perdosni) resmi dibuka di Balai Meuseuraya Aceh (BMA), Kamis  (29/5/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Mei tersebut menghadirkan para pakar dan ahli neurologi untuk membahas penanganan stroke, yang masih menjadi penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. 

Ketua Pengurus Pusat Perdosni, Dr. dr. Dodik Tugasworo, menyatakan bahwa hampir 30 persen pasien stroke di Indonesia belum mendapatkan penanganan optimal. Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan permanen. 

PIN kali ini tidak hanya fokus pada kajian ilmiah, tetapi juga bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga medis, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Dodik menyebutkan bahwa pelayanan stroke harus dipercepat mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya penanganan darurat saat serangan terjadi. 

Dalam kesempatan tersebut, Perdosni juga akan meluncurkan program penanganan stroke bekerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kematian akibat stroke di daerah tersebut. 

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala stroke dan segera membawa pasien ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan medis secepat mungkin. 

Berikut sambutan Ketua Panitia PIN Perdosni 2025 Dr dr Nasrul Musadir. (*)

Narator: Syita

Video Editor: M Anshar

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved