Aba Yunus Thaha Meninggal Dunia
Dari Tanah Suci, Doa Mengalir Deras untuk Aba Yunus Woyla yang Wafat di Aceh
Mereka bersatu dalam duka dan doa, berharap agar amal kebaikan Aba Yunus diterima sebagai jariah yang tak terputus....
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Duka yang mendalam atas wafatnya ulama kharismatik asal Woyla, Aba H. Muhammad Yunus bin Thaha, menggema hingga ke Tanah Suci. Pada Rabu (11/6/2025), ratusan jamaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Kloter 04 BTJ (Banda Aceh) menggelar shalat jenazah gaib di Musalla Hotel Abeer Al-Fadillah, kawasan Misfalah, Makkah Al-Mukarramah, hanya sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram.
Shalat jenazah tersebut dipimpin dengan penuh kekhusyukan dan diikuti oleh jamaah dari berbagai daerah, seperti Aceh Barat, Lhokseumawe, dan Gayo Lues—daerah-daerah yang mengenal dekat sosok almarhum sebagai ulama yang penuh dedikasi dalam dakwah dan pendidikan Islam.
Kabar wafatnya Aba Yunus di tanah air pada pukul 10.45 WIB hari yang sama, langsung menggugah batin para jamaah haji Aceh di Makkah. Shalat jenazah gaib menjadi simbol cinta, penghormatan, dan penghargaan atas pengabdian panjang almarhum kepada umat.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Dari kota Makkah yang mulia ini, kami mendoakan semoga Allah merahmati beliau dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar H. Muhammad Idrus, keponakan almarhum yang juga tengah menunaikan ibadah haji.
Aba Yunus dikenal luas sebagai pendiri Dayah Miftahul Jannah Lueng Jawa, seorang mursyid thariqat Naqsyabandiyah, sekaligus panutan dalam kehidupan spiritual masyarakat Woyla. Sosoknya tidak hanya dihormati karena keilmuannya, tetapi juga karena keteladanan dan kesederhanaannya dalam membina umat.
Dalam pelaksanaan shalat jenazah ghaib ini, turut hadir sejumlah tokoh Aceh yang sedang berada di Tanah Suci, di antaranya, Ketua MPU Aceh Barat, Tgk. Mahdi Kari Usman, Anggota MPU Aceh, Tgk. H. Abdul Rani Adian, dan tokoh-tokoh masyarakat Woyla dan Aceh Barat lainnya.
Mereka bersatu dalam duka dan doa, berharap agar amal kebaikan Aba Yunus diterima sebagai jariah yang tak terputus.
Suasana syahdu menyelimuti mushola sederhana di hotel Makkah itu. Kalimat dzikir dan isak haru terdengar lirih di antara jamaah, yang memanjatkan doa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa almarhum, menerima seluruh amalnya, serta menempatkannya di surga Jannatun Na'im.
Meski jasad Aba Yunus disemayamkan dan dimakamkan di Aceh, ruh cinta dan penghormatan terhadapnya melampaui jarak. Dari Bumi Haram, para putra-putri Aceh mengirimkan doa terbaik bagi ulama yang telah banyak berjasa membimbing umat dengan kelembutan dan kebijaksanaan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.