Selasa, 9 Juni 2026

Berita Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tarmizi Ultimatum Perusahaan di Aceh Barat

Jangan seperti orang menggantung handuk di pintu kamar mandi, orang lain tidak bisa masuk, dia sendiri pun tidak berada di dalam

Tayang:
Editor: mufti
IST
Tarmizi SP MM, Bupati Aceh Barat 

“Kalau ada perusahaan yang serius tapi terkendala, kami siap bantu. Tapi kalau cuma mau tunggu dan jual izin ke pihak lain, lebih baik angkat kaki dari Aceh Barat.” Tarmizi, Bupati Aceh Barat 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, Selasa (10/6/2025) mengeluarkan ultimatum atau peringatan keras kepada seluruh perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) di wilayahnya.

Tarmizi menegaskan bahwa pemerintah daerah memberi tenggat waktu hingga Juni 2026 bagi seluruh perusahaan pemegang izin untuk menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan aktivitas operasional dan investasi. Jika tidak, izin usaha mereka terancam dicabut.

“Bek lage ureung sangkot handok bak pinto kama manoe, gob laen hanjeut tamong u dalam, keudroe jih hana didalam (Jangan seperti orang menggantung handuk di pintu kamar mandi, orang lain tidak bisa masuk, dia sendiri pun tidak berada di dalam,” ucapnya.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya angka pengangguran terbuka di Aceh Barat, yang kini menembus 5.000 orang. Hal ini bisa dilihat ketika sebuah pabrik karet membuka lowongan untuk 120 orang, namun menerima 4.000 pelamar. “Ini bukan sinyal biasa, ini sinyal darurat. Rakyat butuh kerja, dan daerah ini butuh investasi nyata, bukan izin tidur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tarmizi menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia telah memberikan dukungan penuh kepada para kepala daerah untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dukungan ini memperkuat langkah pemerintah dalam menindak perusahaan yang hanya “memarkir izin” tanpa aktivitas. “Kalau ada perusahaan yang serius tapi terkendala, kami siap bantu. Tapi kalau cuma mau tunggu dan jual izin ke pihak lain, lebih baik angkat kaki dari Aceh Barat,” kata Tarmizi.

Jika seluruh pemegang IUP dan HGU aktif menjalankan usahanya, Tarmizi optimis Aceh Barat akan mengalami lonjakan ekonomi besar. Ia memproyeksikan terbukanya lebih 6.000 lapangan kerja baru serta puluhan miliar rupiah PAD tiap tahun.

“Ini bukan sekadar ancaman, ini komitmen kami. Aceh Barat punya potensi besar dan kami tidak akan diam melihatnya terbengkalai. Insya Allah, Aceh Barat akan bangkit, maju, dan sejahtera,” pungkas Bupati dengan penuh keyakinan.

Namun jika ada perusahaan yang tetap membandel, Pemkab Aceh Barat akan mengusulkan pencabutan izin dan memberikan pengelolaan kepada BUMD Aceh Barat untuk menggandeng investor baru yang serius dan berkomitmen.

Tarmizi juga menyoroti fenomena banyak lahan tidur yang justru menjadi sarang hama akibat tidak produktif. Hal ini bukan hanya membunuh potensi ekonomi, tetapi juga merugikan masyarakat sekitar.(sb)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved