Israel Serang Iran
Kapal Induk Penyerang USS Nimitz Menuju Timur Tengah saat Perang Israel-Iran Memanas
Militer AS juga telah memindahkan sejumlah besar pesawat pengisian bahan bakar ke Eropa untuk memberikan opsi kepada Presiden Trump untuk operasi udar
SERAMBINEWS.COM - AS telah memerintahkan kelompok kapal induk kedua, USS Nimitz, untuk menuju Timur Tengah karena ketegangan meningkat akibat konflik Iran-Israel .
Nimitz, kapal induk bertenaga nuklir tertua milik Amerika, meninggalkan Laut Cina Selatan, tempat ia seharusnya tiba di Vietnam tengah akhir minggu ini.
Sumber Reuters mengatakan bahwa arahnya berubah pada hari Senin menuju Timur Tengah karena "persyaratan operasional yang mendesak".
Arah baru kapal induk itu ditandai oleh situs pelacakan kapal Marine Traffic.
Militer AS juga telah memindahkan sejumlah besar pesawat pengisian bahan bakar ke Eropa untuk memberikan opsi kepada Presiden Trump untuk operasi udara di kawasan tersebut, kata pejabat kepada Reuters.
Nimitz akan bergabung dengan kelompok penyerang kapal induk USS Carl Vinson yang bermarkas di San Diego, yang ditempatkan di Teluk Aden tempat pemberontak Houthi menyerang kapal-kapal dagang.
Kelompok penyerang Nimitz sebelumnya dijadwalkan untuk menggantikan kelompok penyerang kapal induk USS Carl Vinson, yang telah dikerahkan selama beberapa bulan, tetapi sekarang menuju Timur Tengah lebih cepat dari jadwal. Keduanya sekarang akan berada di Timur Tengah pada saat yang sama.
USS Carl Vinson adalah satu-satunya kapal induk di wilayah tersebut hingga Jumat lalu, kata pejabat pertahanan AS kepada Fox News.
USS Nimitz – yang mulai bertugas pada 3 Mei 1975 – adalah kapal induk tertua yang masih aktif di Angkatan Laut AS. Ini mungkin pelayaran laut terakhirnya, karena Nimitz dijadwalkan akan dinonaktifkan pada tahun 2026. Pengerahan ini penting karena Nimitz juga dikerahkan pada tahun 1980 ketika helikopternya menjadi bagian dari upaya AS yang gagal yang dikenal sebagai Operasi Eagle Claw untuk menyelamatkan para sandera Amerika yang ditahan di Kedutaan Besar AS di Teheran. AS telah terlibat dalam perang bayangan melawan Iran sejak saat itu.
USS Nimitz berangkat dari Laut Cina Selatan pada Senin pagi dan sedang menuju ke barat, Reuters melaporkan, mengutip data dari situs pelacakan kapal Marine Traffic.
Dua sumber, termasuk seorang diplomat, mengatakan kepada Reuters bahwa kapal induk tersebut telah dijadwalkan untuk menghadiri resepsi resmi di Kota Danang, Vietnam tengah, pada tanggal 20 Juni.
Sejak itu, rencana tersebut telah dibatalkan.
Salah satu sumber mengatakan Kedutaan Besar AS di Hanoi memberitahunya tentang pembatalan penerimaan karena "persyaratan operasional yang darurat."
Amerika Serikat mengalihkan sumber daya militer, termasuk kapal, di Timur Tengah di tengah serangan pendahuluan Israel terhadap fasilitas dan kepemimpinan nuklir Iran serta serangan balasan Iran yang telah berlangsung selama empat hari berturut-turut.
Sistem pertahanan udara Amerika dan kapal perusak Angkatan Laut membantu Israel menembak jatuh rudal balistik yang datang dari Iran pada hari Jumat, kata pejabat AS kepada Fox News.
AS memiliki sistem pertahanan rudal Patriot berbasis darat dan sistem Pertahanan Udara Ketinggian Terminal di Timur Tengah yang mampu mencegat rudal balistik.
Angkatan Laut AS juga telah memerintahkan kapal perusak USS Thomas Hudner, yang mampu bertahan terhadap rudal balistik, untuk mulai berlayar dari Laut Mediterania bagian barat menuju Mediterania bagian timur, kata pejabat AS kepada Fox News.
Mereka mengatakan Angkatan Laut juga telah memerintahkan kapal perusak lain untuk bergerak maju sehingga dapat digunakan jika diminta oleh Gedung Putih.
Salah satu pejabat mengutip Nimitz, yang saat itu berada di Indo-Pasifik, serta USS George Washington, yang baru saja meninggalkan pelabuhannya di Jepang, sebagai aset yang mungkin dapat dikerahkan Angkatan Laut ke Timur Tengah jika diperintahkan.
Jet tempur Amerika juga berpatroli di langit Timur Tengah untuk melindungi personel dan instalasi, dan pangkalan udara di wilayah tersebut mengambil tindakan pencegahan keamanan tambahan, kata para pejabat.
Biasanya, sekitar 30.000 tentara ditempatkan di Timur Tengah, dan sekitar 40.000 tentara berada di wilayah tersebut sekarang, salah satu pejabat AS mengatakan kepada The Associated Press. Jumlah itu melonjak hingga 43.000 pada Oktober lalu di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran serta serangan terus-menerus terhadap kapal-kapal komersial dan militer di Laut Merah oleh Houthi yang didukung Iran di Yaman.(*)
Kapal Induk Penyerang
kapal induk USS Nimitz
PERANG ISRAEL-IRAN TERKINI
israel serang iran
Serambinews
Serangan Rudal Iran Hancurkan Lebih dari 31.000 Bangunan di Israel |
![]() |
---|
Netanyahu Setuju Berhenti Perang dengan Iran atas Usulan dari Trump |
![]() |
---|
Rudal Iran Renggut 4 Nyawa Yahudi, Diduga Masih Banyak yang Terjebak dalam Reruntuhan |
![]() |
---|
Trump Sebut Gencatan Senjata Israel-Iran Mulai Berlaku: Tolong Jangan Melanggarnya |
![]() |
---|
Sejumlah Negara Teluk Basis Pangkalan Militer AS dalam Siaga Tinggi terhadap Potensi Serangan Iran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.