Lintasi Laut Aceh Tanpa Terdeteksi, Ini Spek Kapal Induk AS USS Nimitz, Punya Sistem Tempur Canggih

Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak 17 Juni 2025, saat video amatir yang diduga direkam nelayan lokal menunjukkan kapal

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nur Nihayati
Capture Video Instagram
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Nimitz melintas dari Indo-Pasifik menuju Timur Tengah. kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Nimitz CVN-68 melintas laut Aceh diduga tengah menuju Teluk Persia. 

SERAMBINEWS.COM - Kehadiran kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz, di perairan Indonesia memicu sorotan publik. 

Kapal induk bertenaga nuklir ini diketahui melintasi Laut Aceh, Selat Malaka, tanpa memancarkan sinyal yang membuatnya nyaris tak terdeteksi oleh sistem pelacakan publik.

Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial sejak 17 Juni 2025, saat video amatir yang diduga direkam nelayan lokal menunjukkan kapal raksasa tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, diperkirakan melebihi 30 knot. 

Banyak netizen menduga pelayaran USS Nimitz mengarah ke Teluk Persia, kawasan yang kini tegang akibat konflik antara Iran dan Israel.

“USS Nimitz akan tiba di lepas pantai Iran dalam waktu 6 hari. Apakah saat itulah PD III terjadi?” tulis akun @Ada****msd, mengutip salah satu komentar viral di X.

Selain itu, sejumlah warganet mengaitkan pergerakan kapal induk ini dengan strategi militer AS yang mungkin sedang mempersiapkan aksi di Timur Tengah. 

Terlebih, USS Nimitz sempat mematikan sinyal saat melintasi wilayah Indonesia, yang oleh sebagian pihak dinilai sebagai langkah taktis militer.

USS Nimitz memang dikenal sebagai salah satu kapal terbesar di dunia.

Baca juga: Fakta Kapal Induk USS Nimitz yang Lintasi Laut Aceh, Berlayar Tanpa Isi Bahan Bakar Selama 20 Tahun

Ukurannya yang besar membuat kapal induk milik Amerika Serikat ini mampu menampung puluhan pesawat, baik itu jet tempur atau helikopter. 

Tak hanya ukurannya yang besar, USS Nimitz juga dilengkapi dengan persenjataan dengan sistem tempur yang modern.

Kecanggihan inilah yang membuat kapal tersebut bisa melintas di perairan Indonesia tanpa terdeteksi, hingga kemudian diketahui keberadaannya dari rekaman video viral warga.

Lalu, apa saja kecanggihan yang dimiliki USS Nimitz dan seperti apa spesifikasinya?

Sejarah USS Nimitz

USS Nimitz adalah kapal induk milik Angkatan Laut AS sekaligus menjadi kapal utama di kelasnya.

Nimitz sendiri menjadi nama kelas kapal induk di "Negeri Paman Sam" yang bertenaga nuklir.

Baca juga: Kapal Induk Penyerang USS Nimitz Menuju Timur Tengah saat Perang Israel-Iran Memanas

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (21/6/2025), USS Nimitz diresmikan pada 30 Juni 1975 dengan nomor lambung CVN 68.

Kapal induk ini dinamai berdasarkan Laksamana Chester W Nimitz, seorang tokoh komandan armada pasifik AS selama Perang Dunia II.

USS Nimitz mencicipi markas di Pangkalan Angkatan Laut Norfolk hingga tahun 1987 setelah sebelumnya bermarkas di Pangkalan Angkatan Laut Bremerton di Negara Bagian Washington (sekarang bagian dari Pangkalan Angkatan Laut Kitsap).

Baca juga: Perkuat Pasukan di Timur Tengah, Kapal Induk Amerika Serikat USS Nimitz Lintasi Perairan Aceh

Setelah dilakukan overhaul besar pada 2001, USS Nimitz digeser ke Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island di San Diego. 

Pangkalan USS Nimitz lalu dipindahkan lagi ke Pangkalan Angkatan Laut Everett di Negara Bagian Washington pada 2012.

Pada Januari 2015, USS Nimitz mengubah pangkalannya dari Everett kembali ke Pangkalan Angkatan Laut Kitsap.

Mampu tampung hingga 90 pesawat

Kapal induk USS Nimitz memiliki panjang keseluruhan 332,85 meter.

Total berat kapal antara 101.000 sampai 104.000 ton dengan beban penuh.

Bagian dek kapal USS Nimitz memiliki lebar 76,8 meter dengan total luas dek penerbangan sekitar 18.211,5 meter persegi.

Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz (CVN-68), dilaporkan mematikan sinyal atau sistem pelacak otomatis (transponder) saat berlayar di wilayah perairan antara Indonesia dan Malaysia menuju Timu Tengah (Timteng). (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE (NMCS)
Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Nimitz (CVN-68), dilaporkan mematikan sinyal atau sistem pelacak otomatis (transponder) saat berlayar di wilayah perairan antara Indonesia dan Malaysia menuju Timu Tengah (Timteng). (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE (NMCS) (US NAVY/NAVY MEDIA CONTENT SERVICE)

Dengan luas dek tersebut, USS Nimitz mampu menampung 90 pesawat, baik itu jet dan helikopter. 

Selain itu, kapal induk ini dapat menampung sekitar 5.000 hingga 5.200 orang, termasuk personel penerbangan.

Dek penerbangannya pun telah dilengkapi dengan empat lift, empat ketapel bertenaga uap, dan empat kabel penahan. 

Kapal induk ini mampu meluncurkan satu pesawat setiap 20 detik.

Baca juga: Kehebatan Teknologi USS Nimitz, Kapal Induk Raksasa AS yang Lintasi Indonesia Tanpa Terdeteksi

Bisa berlayar tanpa isi bahan bakar selama 20 tahun

USS Nimitz ditenagai dua reaktor nuklir.

Dengan tenaga nuklir, USS Nimitz dapat beroperasi selama lebih dari 20 tahun tanpa pengisian ulang bahan bakar. 

Rekor terlama misi USS Nimitz di perairan adalah 340 hari alias satu tahun penuh, dari April 2020 hingga Februari 2021.

Kapal ini juga bisa berlayar dengan kecepatan maksimal 30 knot. 

Dilengkapi sistem persenjataan yang canggih

Kapal induk kelas Nimitz dipersenjatai dengan rudal permukaan-ke-udara Sea Sparrow milik NATO.

Sea Sparrow memiliki jangkauan 14,5 km dan pemandu terminal radar semi-aktif.

Kapal induk tersebut dilengkapi dengan sistem Raytheon Rolling Airframe Missile (RAM), yang menyediakan pertahanan jarak pendek terhadap rudal antikapal yang datang, termasuk rudal sea-skimming.

Untuk pertahanan jarak dekat, kapal induk kelas Nimitz dibekali bedil Raytheon/General Dynamics 20mm Phalanx enam laras Mk 15 yang memiliki laju tembakan 3.000 peluru per menit dan jangkauan 1,5 km.

Sistem data tempur kapal induk didasarkan pada sistem pengarahan tempur taktis dan canggih atau ACDS blok 0 atau 1 dengan tautan komunikasi 4A, 11, 14, dan 16. 

Kontrol senjata dikelola oleh sistem Mortar Fire Control System (MFCS) mk91 mod 1 untuk rudal Sea Sparrow.

USS Nimitz dilengkapi dengan sistem pertahanan diri kapal atau Ship Self-Defense System (SSDS) mk2 mod 0 yang dikembangkan oleh Raytheon. 

Baca juga: VIRAL Video Kapal Induk AS USS Nimitz Diduga Melintas Laut Aceh, TNI Buka Suara

SSDS akan menyediakan pertahanan diri otomatis terhadap rudal jelajah antikapal dengan mengintegrasikan dan mengoordinasikan sistem persenjataan dan peperangan elektronik kapal.

USS Nimitz dilengkapi dengan sistem pemrosesan pengintaian digital buatan Lockheed Martin, yang dapat menerima citra dari sensor udara secara real-time.

Sensor dan radar mutakhir

Kapal induk kelas Nimitz dibekali radar pencarian udara ITT SPS-48E 3-D.

Sedangkan Radar pencarian permukaan menggunakan Northrop Grumman Norden Systems SPS-67V.

Angkatan Laut AS membeli radar berkemampuan deteksi periskop AN/SPQ-9B untuk deteksi kapal selam yang dipasang pada 10 lambung kapal.

Kelas Nimitz juga akan dilengkapi radar pengawasan udara atau EASR AN/SPY-6(V)3 yang dikembangkan oleh Raytheon.

Kapal induk bertenaga nuklir ini memiliki dua reaktor air bertekanan General Electric yang menggerakkan empat turbin berdaya 194 MW.

Selain itu, ada empat mesin diesel darurat berdaya 8MW.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved