Breaking News
Senin, 20 April 2026

Berita Lifestyle

Mengenal Love Scamming, Modus Cinta Online yang Menjerat Staf Prabowo, Kenali Cara Pencegahannya

Kasus love scamming ini tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki dari berbagai usia dan latar belakang. 

Penulis: Gina Zahrina | Editor: Saifullah
Dokumentasi Polisi via Kompas.com
PELAKU LOVE SCAMMING - MS, tersangka yang melakukan penipuan dengan modus love scamming kepada staf media pribadi Presiden Prabowo Subianto ditahan oleh Polda Banten, Jumat (12/6/2025). Maraknya penipuan bermodus cinta online tersebut membuat pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati. 

Laporan Gina Zahrina

SERAMBINEWS.COM – Penipuan online yang menjerat seorang Staf Presiden Prabowo Subianto hingga korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah, membuat orang mulai mengulik apa itu ‘love scamming’.

Pasalnya, penipuan cinta atau love scamming yang terjadi secara online itu semakin meningkat akhir-akhir dan menjadi ancaman serius bagi pengguna internet. 

Kasus love scamming ini tidak hanya menimpa perempuan, tetapi juga laki-laki dari berbagai usia dan latar belakang. 

Hal ini seperti yang menimpa Staf Presiden Prabowo Subianto, Kani Dwi Haryani, hingga mengalami kerugian mencapai Rp 48 juta, akibat kasus love scamming oleh perempuan yang mengaku sebagai laki laki.

Psikolog Meity Arianty, STP, MPsi memberikan penjelasan, bahwa modus operandi pelaku love scamming biasanya dimulai dengan memberikan perhatian manis dan rayuan berlebihan kepada korban.

"Pelaku love scam biasanya membombardir korban dengan perhatian manis, lalu perlahan mulai meminta uang. Jadi, jangan mudah percaya, apalagi jika belum pernah bertemu langsung," ujar Meity saat diwawancarai oleh Kompas.com pada Jumat (20/6/2025).

Love scamming merupakan modus penipuan di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan asmara secara daring dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan finansial dari korbannya.

Modus operandi biasanya dimulai dengan pelaku memberikan perhatian dan rayuan yang sangat manis dan intens, agar korban merasa spesial dan segera percaya.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, pelaku perlahan mulai meminta bantuan uang atau informasi pribadi yang sangat sensitif.

Mengapa love scamming bisa terjadi?

Fenomena penipuan cinta online bisa terjadi karena adanya faktor kesepian, keinginan mencari kasih sayang, atau kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.

Di dunia maya, pelaku bisa dengan mudah menyembunyikan identitas asli dan memanipulasi perasaan korban lewat pesan atau video call.

Karena komunikasi tidak bertatap muka langsung, korban sering kali sulit mengenali tanda-tanda penipuan sejak awal.

Cara mencegah terjebak love scamming

Agar terhindar dari penipuan cinta online, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan untuk mencegah love scaming menurut psikolog yang dilansir dari Kompas:

1. Batasi informasi pribadi di medsos

Pelaku love scam memanfaatkan informasi pribadi yang tersebar di media sosial untuk mengenali karakter, kebiasaan, dan kondisi korban.

Informasi yang terlalu detail tentang kehidupan pribadi, seperti tempat tinggal, pekerjaan, dan kondisi keuangan, bisa menjadi bahan manipulasi.

Oleh karena itu, batasi unggahan yang terlalu pribadi dan atur privasi media sosial agar hanya orang terpercaya yang bisa mengakses.

2. Waspadai rayuan yang terlalu cepat dan berlebihan

Salah satu ciri khas penipuan cinta adalah pelaku yang memberikan rayuan dan perhatian berlebihan dalam waktu singkat.

Pelaku sengaja membangun rasa spesial agar korban cepat percaya dan melekat secara emosional.

Jika ada orang asing yang baru dikenal di dunia maya langsung mengungkapkan cinta atau perhatian yang intens, sebaiknya waspada dan jangan terburu-buru membalas perasaan tersebut.

3. Selalu verifikasi identitas lawan bicara

Sebelum melangkah lebih jauh dalam hubungan online, penting untuk memastikan identitas orang tersebut benar-benar asli.

Verifikasi bisa dilakukan melalui video call, mengajak bertemu di tempat umum yang aman, atau mencari informasi tambahan dari sumber lain.

Jangan biarkan hubungan berjalan lama hanya melalui chat tanpa pertemuan nyata karena risiko penipuan semakin besar.

4. Jangan memberikan informasi keuangan atau kirim uang

Salah satu jebakan utama love scamming adalah permintaan bantuan finansial yang terus-menerus dari pelaku.

Jangan pernah memberikan nomor rekening, dokumen pribadi, atau mentransfer uang kepada seseorang yang belum pernah ditemui secara langsung dan belum benar-benar dipercaya.

Segala bentuk bantuan uang tanpa verifikasi bisa berujung pada kerugian besar.

5. Libatkan orang terdekat dalam membicarakan hubungan

Menceritakan hubungan online kepada keluarga, teman, atau orang terpercaya sangat dianjurkan.

Mereka bisa membantu menilai situasi secara objektif dan memberi peringatan jika melihat tanda-tanda yang mencurigakan.

Terkadang, korban yang sedang terbawa perasaan sulit melihat tanda bahaya sendiri, sehingga perspektif dari luar sangat penting.

6. Segera hentikan hubungan dan laporkan jika ada kecurigaan

Jika mulai muncul rasa curiga, atau jika pelaku mulai meminta uang atau informasi yang tidak masuk akal, segera putuskan komunikasi.

Jangan ragu melapor ke pihak berwajib agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Mengakhiri hubungan lebih awal jauh lebih baik daripada menunggu kerugian yang semakin besar dan luka emosional yang mendalam.

Dampak love scamming bagi korban

Penipuan cinta tidak hanya menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang berat.

Korban sering kali mengalami stres, kecemasan, rasa malu, dan trauma dalam menjalin hubungan berikutnya. Perasaan dikhianati dan tertipu bisa menurunkan kepercayaan diri dan membuat korban enggan membuka hati lagi.

Meningkatkan kesadaran tentang modus-modus penipuan cinta online sangat penting untuk mencegah kasus serupa terjadi.

Edukasi kepada masyarakat, terutama pengguna media sosial dan aplikasi kencan daring, harus terus dilakukan.

Pemerintah, organisasi masyarakat, dan platform digital diharapkan aktif menyebarkan informasi edukatif tentang tanda-tanda love scamming serta cara menghindarinya.

Love scamming adalah bentuk penipuan yang mengancam banyak orang di era digital ini.

Dengan membatasi informasi pribadi, waspada terhadap rayuan manis, melakukan verifikasi identitas, menjaga kerahasiaan data keuangan, serta melibatkan orang terpercaya dalam hubungan online, masyarakat dapat melindungi diri dari penipuan asmara yang merugikan ini.

Selalu utamakan logika dan jangan mudah terbawa emosi ketika berinteraksi di dunia maya atau media sosial.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved