Video

VIDEO - Besi Jembatan Jeumerang-Pusong di Pidie Dicuri

Tahun 2014, pemerintah memplotkan Dana Otonomi Khusus Aceh atau DOKA, dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar lebih.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: m anshar

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Besi jembatan rangka baja menghubungkan Gampong Pasi Jeumerang menghubungkan Gampong Pusong, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie hilang, diduga dicuri orang tidak dikenal.

Jenis besi yang dicuri adalah post railing pipa, yang digunakan pada pengamanan sisi jembatan. Jembatan tersebut terletak yang membelah Kuala Tari di Gampong Pasi Jeumerang. 

Hilangnya besi pengaman jembatan, sangat membahayakan bagi warga saat berdiri di pinggir jembatan rangka baja yang tingginya sekitar 8 meter. Apalagi di jembatan tersebut, sering digunakan warga sebagai lokasi selfie. 

Jembatan itu menjadi destinasi bagi muda-mudi, mengingat view di jembatan itu bisa memandang laut lepas, yang merupakan selat melaka yang dilitasi kapal besar. Selain itu, view hutan bakau yang menghijau yang terletak di dekat sarana penyebrangan tersebut.

Belum lagi, pengunjung disuguhkan dengan pemadangan menarik, saat boat GT 57 hingga boat kecil milik nelayan keluar masuk di bawah jembatan sepanjang 100 meter trsebut. 

Untuk diketahui, proyek jembatan rangka baja menghubungkan Gampong Pasi Jeumerang dengan Gampong Pusong telah dikerjakan pada tahun 2012. Sarana penyebrangan tersebut dikerjakan telah menghabiskan dana sekitar Rp 46,5 miliar. 

Tahun 2014, pemerintah memplotkan Dana Otonomi Khusus Aceh atau DOKA, dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar lebih. Lalu, tahun 2015 dianggarkan lagi Rp 1.500.000.000 dan tahun 2016 dialokasikan sebesar Rp 6,8 miliar lebih.

Saat gempa bumi berkekuatan 6,5 SR, yang pusatnya di Pidie Jaya pada tanggal 7 Desember 2016, menyebabkan jembatan rangka baja tersebut ambruk ke air di mulut Kuala Tari.

Kemudian, Pemkab Pidie mengusulkan dana ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat, untuk menangani jembatan Pusong yang ambruk dampak gempa. 

Tahun 2018, proyek jembatan itu ditangani PT Putra Nanggroe Aceh, dengan nilai kontrak sebesar Rp 30,6 miliar lebih. Namun, saat itu jembatan tersebut belum bisa dimanfaatkan masyarakat, lantaran oprit jembatan belum dibangun.

Sehingga tahun 2022, Pemkab Pidie membangun oprit jembatan itu, yang ditangani CV Do'a Sibuah Hati, dengan nilai kontrak mencapai Rp 4,5 miliar lebih.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Pidie, Buchari, mengatakan, besi pengamanan pada kiri kanan jembatan rangka baja menghubungkan Gampong Pasi Jeumerang dengan Pusong telah dicuri, pada tahun 2023. 

Kehilangan besi jembatan tersebut saat pengaspalan jalan Pasi Jeumerang-Pusong, ditemukan petugas dinas, bahwa besi jembatan telah hilang. Banyak besi jembatan yang hilang, diduga dicuri orang tidak dikenal.

Menurutnya, jembatan Pasi Jeumerang menghubungkan Pusong telah habis masa pemeliharaannya.

Sehingga untuk menggantikan besi yang hilang, tentunya harus dianggarkan dana menggunakan APBK Pidie. Pergantian besi jembatan itu dinilai mendasak, karena sangat membahayakan warga yang berselfie di jembatan rangka baja tersebut.(*)

Narator: Syita

Video Editor: M Anshar

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved