Minggu, 24 Mei 2026

Aceh Tamiang

Dua Legislator Gerindra Diberi Mandat Pimpin HKTI Aceh Tamiang

Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Dok Humas
Muhammad Irwan (kiri) bersama Sugiono Sukandar usai menerima mandat pada Munas HKTI X di Jakarta. Dok Humas 

Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.

Laporan Rahmad WIguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dua legislator Partai Gerindra diberi mandat memimpin DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh Tamiang.

Keduanya Muhammad irwan, SP, MM dan Sugiono Sukandar, SH yang aktif sebagai anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Gerindra.

Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.

Pengukuhan ini dilangsungkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) X di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (25/6/2025) kemarin.

Baca juga: 30 Ulama Muda Ikut Pembekalan Selama 20 Hari: Jangan Tinggalkan Ilmu Klasik Sesuai Alquran dan Hadis

Keputusan Munas X mengamanahkan Sudaryono yang merupakan Wakil Menteri Pertanian menggantikan Ketua Umum HKTI sebelumnya yang dijabaat Fadli Zon.

“Kami diundang mengikuti Munas dan diberi mandat untuk memimpin DPC HKTI Aceh Tamiang,” kata Muhammad Irwan, Kamis (26/6/2025).

Dalam mandat itu tertulis Muhammad Irwan sebagai Ketua DPC HKTI Aceh Tamiang, Sugiono menjabat Bendahara DPC HKTI Aceh Tamiang, sedangkan Sekretaris dijabat Kiki Hermawan, S.TP dari unsur ASN.

Rangkaian Munas X ini diisi Kongres Tani IX yang diikuti oleh seluruh perwakilan HKTI se-Indonesia dan stakeholder.

Dua agenda acara ini memiliki visi dan misi yang selaras, yakni menciptakan swasembada pangan.

“HKTI menjadi ujung tombak untuk membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan, dengan semangat yang sama, kami optimis program ini sukses,” kata Irwan.

Wan Tanindo, sapaannya menyampaikan kalau Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah potensial pertanian.

Diakuinya kalau hasil pertanian belum maksimal karena masih memerlukan dukungan infrastruktur yang lebih baik.

“Jaringan Usaha Tani (JUT), terutama irigasi merupakan PR sejak lama. Kami berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar memberi perhatian pada sektor ini, supaya produktivitas pertanian kita bisa lebih meningkat,” kata Wan Tanindo. (mad)

Baca juga: Dugaan Korupsi di KEK Arun, Hari Ini Irwandi Yusuf Dimintai Keterangan 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved