Aceh Tamiang
Dua Legislator Gerindra Diberi Mandat Pimpin HKTI Aceh Tamiang
Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.
Laporan Rahmad WIguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Dua legislator Partai Gerindra diberi mandat memimpin DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Aceh Tamiang.
Keduanya Muhammad irwan, SP, MM dan Sugiono Sukandar, SH yang aktif sebagai anggota DPRK Aceh Tamiang dari Fraksi Gerindra.
Mandat untuk keduanya diserahkan bersamaan dengan pengukuhan Sudaryono sebagai Ketua Umum HKTI periode 2025-2030.
Pengukuhan ini dilangsungkan melalui Musyawarah Nasional (Munas) X di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (25/6/2025) kemarin.
Baca juga: 30 Ulama Muda Ikut Pembekalan Selama 20 Hari: Jangan Tinggalkan Ilmu Klasik Sesuai Alquran dan Hadis
Keputusan Munas X mengamanahkan Sudaryono yang merupakan Wakil Menteri Pertanian menggantikan Ketua Umum HKTI sebelumnya yang dijabaat Fadli Zon.
“Kami diundang mengikuti Munas dan diberi mandat untuk memimpin DPC HKTI Aceh Tamiang,” kata Muhammad Irwan, Kamis (26/6/2025).
Dalam mandat itu tertulis Muhammad Irwan sebagai Ketua DPC HKTI Aceh Tamiang, Sugiono menjabat Bendahara DPC HKTI Aceh Tamiang, sedangkan Sekretaris dijabat Kiki Hermawan, S.TP dari unsur ASN.
Rangkaian Munas X ini diisi Kongres Tani IX yang diikuti oleh seluruh perwakilan HKTI se-Indonesia dan stakeholder.
Dua agenda acara ini memiliki visi dan misi yang selaras, yakni menciptakan swasembada pangan.
“HKTI menjadi ujung tombak untuk membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan, dengan semangat yang sama, kami optimis program ini sukses,” kata Irwan.
Wan Tanindo, sapaannya menyampaikan kalau Aceh Tamiang merupakan salah satu daerah potensial pertanian.
Diakuinya kalau hasil pertanian belum maksimal karena masih memerlukan dukungan infrastruktur yang lebih baik.
“Jaringan Usaha Tani (JUT), terutama irigasi merupakan PR sejak lama. Kami berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar memberi perhatian pada sektor ini, supaya produktivitas pertanian kita bisa lebih meningkat,” kata Wan Tanindo. (mad)
Baca juga: Dugaan Korupsi di KEK Arun, Hari Ini Irwandi Yusuf Dimintai Keterangan
| Batas Waktu Serahkan Diri Berakhir, Hanya Empat Napi yang Kembali ke LP Kualasimpang |
|
|---|
| Jembatan Gantung terlalu Goyang, Penyeberangan Getek Masih Primadona di Lubuksidup |
|
|---|
| Jagung & Kolam Ikan Mulai Digarap di Bukitrata, Kodim Aceh Tamiang Bidik Penuhi Pasokan Pangan Lokal |
|
|---|
| Petugas dan Warga Binaan LP Kualasimpang Ikrar Bersih Barang Ilegal |
|
|---|
| Sawah di Marlempang Masih Tertimbun Lumpur Kering, Warga Alih Profesi Jadi Perajin Sapu Lidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/HKTI-a-tamiang.jpg)