Riset
Mahasiswa Lintas Universitas Lakukan Riset di Empat Daerah yang Dihantam Tsunami
Benazir mengatakan fokus utama dari riset ini adalah menggali persepsi masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pascabe
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) melakukan riset di empat kabupaten/kota yang pernah diterjang tsunami pada 2004 silam, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Calang, dan Meulaboh.
Penelitian yang dilaksanakan selama enam hari pada akhir Juni 2025 melibatkan mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Universitas Teuku Umar, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Samudra, UIN Ar-Raniry dan Balai Teknik Pantai Kementerian PUPR.
Tim ini dipimpin Dr Ir Benazir ST MEng dari Universitas Gadjah Mada dan selama di lapangan dikoordinasikan langsung oleh Chaidir Ali SIP MIP CNF dari Program Studi Ilmu Politik UIN Ar-Raniry dan Ir Arisna Fauzia ST MT dari Teknik Sipil Unsam.
Benazir mengatakan fokus utama dari riset ini adalah menggali persepsi masyarakat terhadap proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pascabencana, serta melihat sejauh mana kebijakan tersebut berdampak pada kehidupan sosial dan ketahanan masyarakat pesisir.
“Penelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa dua dekade setelah bencana, ingatan kolektif masyarakat terhadap tsunami masih kuat, dan proses pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata,” katanya pada Minggu (6/7/2025).
Penelitian ini melibatkan warga terdampak langsung sebagai responden dengan menggali cerita personal dan kolektif tentang pengalaman mereka menghadapi dampak tsunami dan bagaimana mereka menilai upaya pemerintah dalam menata kembali wilayah dan kehidupan.
Tim peneliti ini juga menyoroti bagaimana masyarakat memaknai bantuan, kebijakan, serta kehadiran negara dan NGO dalam proses panjang pemulihan mereka. Haislnya, menunjukkan beragam ekspresi, mulai dari rasa syukur, harapan, hingga kekecewaan yang belum sepenuhnya terjawab.
Kegiatan penelitian ini didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) skema kompetisi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah pesisir dan memperkaya basis data sosial dalam perencanaan kebijakan mitigasi risiko bencana di masa depan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/riset-u66uyyu.jpg)