Video
VIDEO Kepala Dinas Intelijen Prancis Desak Solusi Diplomatik Iran-Israel Damai
Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Prancis, Nicolas Lerner, mengatakan sebagian stok uranium Iran hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
SERAMBINEWS.COM - Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Prancis, Nicolas Lerner, mengatakan sebagian stok uranium Iran hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Namun, keberadaan sisa uranium yang diperkaya tinggi masih belum diketahui hingga inspektur PBB diizinkan kembali ke Iran.
Nicolas Lerner menyatakan program nuklir Iran kini "sangat tertunda" selama beberapa bulan akibat serangan tersebut.
Meski demikian, ada kekhawatiran Iran melanjutkan program nuklir rahasia berskala lebih kecil.
Prancis, menurut Lerner, mendorong solusi diplomatik untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Sumber diplomatik Prancis menyebut Eropa harus mempertimbangkan sanksi PBB jika tak ada kesepakatan nuklir yang menjamin keamanan.
Lerner menegaskan seluruh proses pengembangan senjata nuklir Iran telah terdampak serius.
Negosiasi nuklir Iran-AS diketahui akan dijadwalkan minggu ini setelah jeda usai konflik Israel-Iran bulan lalu.
Iran menyangkal mengembangkan senjata nuklir, meski telah memperkaya uranium hingga 60 persen. Selama perang, AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran, termasuk situs Fordo yang dijaga ketat. (*)
Editor: Aldi Rani
VO: Siti Masyithah
Baca juga: China Dikabarkan Barter Rudal Canggih dengan Minyak Iran setelah Genjatan Senjata, Beijing Membantah
Baca juga: Iran Sembunyikan Ribuan Rudal dan Drone di Tempat Rahasia
Baca juga: Perang 12 Hari, Presiden Iran Sebut Tentara IDF Mau Bunuh Diri, Ungkap Netanyahu Punya Misi Rahasia
| VIDEO Iran Berlakukan Sistem Izin Baru di Selat Hormuz, Dialihkan ke Perairan Dubai |
|
|---|
| VIDEO - Abutmen Jembatan Kuala Tadu di Nagan Raya Rusak |
|
|---|
| VIDEO - 419 Kakek dan Nenek dari Sekolah Lansia di Nagan Raya Diwisuda |
|
|---|
| VIDEO Pesawat Tanker AS Hilang dari Radar di Laut Arab |
|
|---|
| VIDEO Kebakaran Besar Landa Pusat Perbelanjaan Iran, Petugas Padamkan Api |
|
|---|