Minggu, 24 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Dilanda Kekeringan, Petani Tunong Bugeng-Aceh Timur Terancam Gagal Panen

Yusuf mengungkapkan kekhawatirannya, "Kami sangat takut semua petani akan gagal panen. Tanah sudah sangat kering dan daun padi mulai layu karena...

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Tanah sawah di Gampong Tunong Bugeng, Kecamatan Darul Falah, Aceh Timur nampak mulai retak karena kekeringan dalam sebulan terakhir, Minggu (12/7/2025). 

Yusuf mengungkapkan kekhawatirannya, "Kami sangat takut semua petani akan gagal panen. Tanah sudah sangat kering dan daun padi mulai layu karena kekurangan air," tuturnya. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur 

SERAMBINEWS.COM, IDI  – Kekeringan hang melanda Gampong Tunong Bugeng, Kecamatan Darul Falah, menjadi masalah dan kekhawatiran di kalangan petani padi.

Kekeringan yang sudah terjadi sebulan terakhir, membuat sawah tadah hujan kering dan terancam gagal panen. 

Ketergantungan terhadap air hujan menjadi akar permasalahan utama di Tunong Bugeng.

M Yusuf (53), seorang petani padi di Dusun Karya, menjelaskan bahwa sebagian besar petani di desa tersebut hanya bisa mengandalkan curah hujan untuk menanam padi.

"Meskipun ada saluran irigasi, tidak ada air yang mengalir," keluhnya, Sabtu (12/7/2025). 

Padi yang telah ditanam dua bulan lalu kini menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah.

Daun-daun mulai menguning dan tanah sawah retak-retak akibat kekeringan ekstrem.

Yusuf mengungkapkan kekhawatirannya, "Kami sangat takut semua petani akan gagal panen. Tanah sudah sangat kering dan daun padi mulai layu karena kekurangan air," tuturnya. 

Jika hujan tak kunjung turun dalam waktu dekat, risiko padi mati dan kerugian besar bagi masyarakat Tunong Bugeng menjadi semakin nyata.

Gampong-Gampong di wilayah Darul Falah masih belum semua mempunyai irigasi atau sistem penyediaan air untuk penunjang pertanian. 

Baca juga: Bireuen Hadapi Kekeringan dan Debit Air Sungai Turun Drastis, Kadistan Akui Sedang Cari Solusi

Dengan kondisi itu banyak petani di Gampong ini hanya bisa menggarap sawah setahun sekali, karena keterbatasan pasokan air yang hanya bergantung pada tadah hujan.

Menghadapi kondisi kritis ini, para petani sangat berharap uluran tangan pemerintah.

"Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah, entah itu penyediaan sumur bor atau upaya lain agar padi kami tidak mati dan kami bisa memetik hasil pertanian yang sudah kami garap dengan susah payah," tutur Yusuf. 

Tanpa langkah yang tepat dari pemerintah kondisi kekeringan ini, akan menjadi bahaya dan rintangan besar babi para petani di wilayah tersebut.(*)

Baca juga: BMKG Sebut 70 Persen Wilayah Aceh Masih Musim Kemarau, Warga Diminta Waspada Potensi Kekeringan

 

 


 


 
 

 
 
 

 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved