Pendidikan
Kadisdik Aceh Tegaskan MPLS Ramah dan Bebas Bullying, Kacabdin Harus Ikut Awasi Ketat
SMA Negeri 2 Ali Hasjmy harus menjadi contoh pelaksanaan MPLS yang ramah dan bermartabat. Hari pertama sekolah adalah
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yarmen Dinamika I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Marthunis ST, DEA menegaskan bahwa pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 harus berjalan secara ramah, edukatif, dan tanpa perundungan (bullying).
Penegasan ini disampaikan Kadisdik saat meninjau langsung kesiapan SMA Negeri 2 Ali Hasjmy, Banda Aceh—salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai "sekolah rakyat" oleh pemerintah—pada Jumat (11/7/2025).
Dalam kunjungan bersama Kepala Bidang SMA dan PKLK, Syarwan Jhoni MPd, dan tim Dinas Pendidikan Aceh itu Marthunis memastikan kesiapan fasilitas, tenaga pendidik, dan sarana pendukung lainnya agar MPLS berlangsung aman dan menyenangkan bagi siswa baru di seluruh SMA, SMK, dan SLB di Aceh.
“SMA Negeri 2 Ali Hasjmy harus menjadi contoh pelaksanaan MPLS yang ramah dan bermartabat. Hari pertama sekolah adalah momen penting untuk membentuk kesan pertama. MPLS harus menjadi ruang pembinaan karakter, bukan ajang perploncoan,” imbuh Marthunis.
Ia tegaskan bahwa segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal, termasuk bullying (risak), tidak boleh terjadi selama MPLS.
"Kami tegaskan, bullying itu haram. Jika ditemukan, akan kami tindak tegas. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap peserta didik,” lanjutnya.
Patuhi surat edaran
Pelaksanaan MPLS diatur melalui Surat Edaran Kadisdik Aceh Nomor 400.3.8/9745, yang mewajibkan kegiatan dilaksanakan mulai 14 hingga 18 Juli 2025, secara edukatif, tanpa pungutan, dan tanpa kekerasan.
Untuk memastikan kepatuhan, Marthunis menginstruksikan seluruh cabang dinas pendidikan (cabdisdik) di kabupaten/kota agar melakukan pengawasan intensif di setiap sekolah.
“Saya minta cabang dinas benar-benar memantau pelaksanaan MPLS. Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan yang melanggar prinsip pendidikan yang sehat dan inklusif,” katanya.
Ia juga mengajak semua kepala sekolah dan guru menjadikan MPLS sebagai sarana untuk memperkenalkan nilai kebersamaan dan menumbuhkan semangat belajar dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.
“MPLS harus menciptakan rasa aman dan nyaman. Mari sambut siswa baru dengan semangat positif, bukan rasa takut,” demikian Marthunis. (*)
Uji Coba Matematika 'Virtual Reality' di Lhokseumawe, Murid SD Bisa Jawab Soal Lebih Cepat |
![]() |
---|
Tahun Ajaran Baru, Kadisdik Simeulue: Tidak Dibenarkan Sekolah Pungut Biaya |
![]() |
---|
Sekolah Kedinasan STIS Dibuka hingga 18 Juli 2025, Buruan Daftar, Ini Tata Caranya |
![]() |
---|
Mahasiswa Politeknik Raih Juara II Nasional dalam Ajang CAD-CAM Competition 2025 |
![]() |
---|
Siswa SMA Modal Bangsa Dominasi O2SN Banda Aceh dan Aceh Besar 2025 dengan 7 Medali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.