Video
VIDEO Trump Serukan Israel Tumpas Hamas: Mereka Hanya Ingin Mati, Bukan Damai
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyuarakan dukungannya terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza pada Jumat (25/7/2025).
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menyuarakan dukungannya terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza pada Jumat (25/7/2025).
Trump mendesak Israel untuk meningkatkan operasi militernya guna menumpas kelompok Hamas, menyusul penolakan Hamas terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan
oleh AS.
Baca juga: VIDEO Houthi Akan Bombardir Kapal Negara yang terkait Zionis
Melalui pernyataannya di platform Truth Social sebelum keberangkatannya ke Skotlandia, Trump menilai bahwa Hamas tidak memiliki niat untuk mencapai kesepakatan damai.
Ia menuduh kelompok perlawanan Palestina itu "lebih memilih kematian dibanding berdamai."
Baca juga: VIDEO Houthi Kembali Luncurkan Rudal Hipersonik ke Israel, Ancam Eskalasi Lebih Lanjut
Trump menekankan bahwa situasi di Gaza telah mencapai titik kritis. "Israel harus segera menyelesaikan apa yang telah dimulai," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Jalur Gaza perlu "dibersihkan" secara total dari kehadiran Hamas.
Pernyataan Trump ini mencerminkan sikap garis kerasnya terhadap konflik Israel-Palestina, yang konsisten ia tunjukkan selama masa kepresidenannya.
Baca juga: VIDEO Rudal Israel Habis, Amerika Minta Arab Saudi Kirim THAAD ke Zionis
Dukungan tegasnya terhadap operasi militer Israel diperkirakan akan memicu beragam reaksi, baik di tingkat domestik maupun internasional, terutama di tengah meningkatnya seruan global untuk gencatan senjata dan perlindungan warga sipil di Gaza.
| VIDEO Komando AS Sebut Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah Saat Gencatan |
|
|---|
| VIDEO Iran 'Diserang', Sistem Pertahanan Diaktifkan Secara Penuh |
|
|---|
| VIDEO Muncul Kilatan Cahaya Misterius di Langit Iran saat Genjatan Senjata |
|
|---|
| VIDEO Polres Bireuen Ungkap Penyebab Dua Remaja Meninggal Bukan Laka Tunggal |
|
|---|
| VIDEO Militer Iran Diduga Pasang Jebakan Baru Saat Kapal Induk Ketiga AS Tiba di Timur Tengah |
|
|---|