Berita Banda Aceh
Politisi Perempuan PKS Harap Peringatan Damai Aceh Jadi Evaluasi Kerja Nyata Mengisi Perdamaian
Dua dekade perdamaian merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa hasil dari kesepakatan damai benar-benar dirasakan
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
Dua dekade perdamaian merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa hasil dari kesepakatan damai benar-benar dirasakan
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Banda Aceh menyatakan bahwa peringatan 20 tahun perdamaian Aceh bukan hanya diperingati secara seremonial, tapi menjadi momen untuk evaluasi kerja nyata dalam mengisi perdamaian itu sendiri.
“Dua dekade perdamaian merupakan momen refleksi untuk memastikan bahwa hasil dari kesepakatan damai benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang terdampak langsung oleh konflik,” kata Devi Yunita kepada Serambinews.com, Sabtu (9/8/2025).
Devi Yunita yang juga anggota DPRK Banda Aceh ini menyatakan menegaskan bahwa pendamaian Aceh merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan dan pemberdayaan korban konflik.
“Kita tidak boleh hanya mengenang perdamaian dalam seremoni, tetapi harus mengisinya dengan kerja nyata.
Anak-anak korban konflik, para janda, dan mantan kombatan harus mendapatkan peluang yang setara untuk berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan Aceh tidak akan berjalan optimal tanpa suasana damai.
Perdamaian yang dinikmati hari ini adalah modal terbesar untuk memberdayakan korban konflik agar mereka bisa bangkit dan mandiri.
Tentunya, pemberdayaan harus menyentuh berbagai aspek, mulai dari pendidikan, pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga pendampingan usaha.
Sehingga korban konflik dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Karena itu, Devi Yunita mengajak pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas untuk terus mengawal proses pemberdayaan ini secara berkelanjutan.
Politisi perempuan ini menyatakan bahwa menjaga perdamaian sama pentingnya dengan memastikan manfaatnya dirasakan semua pihak.
“Perdamaian adalah amanah. Jika kita kelola dengan bijak, Aceh akan menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan menjadi teladan bagi daerah lain,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Politisi Perempuan dan Dinamika Politik Aceh
| UIN Ar-Raniry Gaungkan Budaya Al-Quran, Mahasiswa Diuji Langsung oleh Rektor |
|
|---|
| Pemko Banda Aceh Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama BKN, Komitmen Pengembangan Karier ASN |
|
|---|
| Putra Kelahiran Aceh Menetap di Selandia Baru, Pulang Kampung Isi Tausiah di Balai Kota Bareng Peggy |
|
|---|
| KPIA Laporkan Perkembangan Pengawasan Medsos Aceh ke Komisi I DPRA |
|
|---|
| Satpol PP dan WH Banda Aceh Sidak Tempat Gym hingga Pedagang di Bahu Jalan, Ini Temuannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Evi-1008.jpg)