Berita Bireuen
10 Santri MUDI Samalanga Bireuen Ikut MQK Provinsi Aceh
10 santri hasil seleksi berjenjang merupakan ditetapkan sebagai peserta MQK tingkat provinsi Aceh tahun 2025
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak 10 santri seluruhnya berasal dari Dayah MUDI Samalanga, Bireuen, Selasa (19/8/2025) berangkat ke Banda Aceh didampingi tim dari Dinas Pendidikan Dayah Bireuen.
Para santri yang telah mengikuti training center (TC) akan tampil di Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Aceh yang digelar di Kota Banda Aceh mulai 19-22 Agustus mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar SAg MAP, 10 santri hasil seleksi berjenjang merupakan ditetapkan sebagai peserta MQK tingkat provinsi Aceh tahun ini.
Adapun 10 santri peserta MQK Putra yaitu M Kautsar Al-Asyraf Sukardi (Cabang Nahwu), Fathan Al-Mubarrak (Cabang Akhlak), Muhammad Abrar Abdullah (Cabang Tauhid), Muhammad Mubasysyir (Cabang Ushul Fiqh), Syukran Maulana Saifullah (Cabang Tafsir).
Kemudian peserta MQK Putri, yaitu Siti Sarah Dekri Mekri (Nahwu), Siti Suhailatun Nazihah (Akhlak), Munisa Humaira Muslem (Tafsir), Luftiana Syarifuddin (Ushul Fiqh) dan Nisaul.Kamila Fadli (Tauhid).
Baca juga: Kontingen Aceh Selatan Bidik Juara Umum MQK Tingkat Provinsi Tahun 2025
Para santri tersebut, katanya, telah mengikuti TC yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Dayah Bireuen beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah, seluruh peserta menyatakan kesiapannya untuk mengikuti perlombaan Banda Aceh,” ujar Anwar.
Kadis Pendidikan Dayah Bireuen mengatakan, para peserta berangkat ke Banda Aceh didampingi tim dari dinas.
Ia mengharapkan seluruh peserta untuk tampil maksimal, menjaga nama baik daerah, dan mengharumkan kembali julukan Bireuen sebagai Kota Santri di Aceh.
Baca juga: 12 Santri Bireuen Mewakili Aceh ke MQK Nasional, Ini Namanya
"Tampil dengan niat yang tulus, persiapkan diri sebaik mungkin dan tunjukkan bahwa Bireuen layak
bersinar di panggung MQK Aceh," harapnya.
Kota Santri
Dalam MQK, katanya, para peserta diharapkan menjaga etika dan adab selama kompetisi, serta mengedepankan keikhlasan dalam menuntut ilmu.
“Kemenangan itu penting, tetapi keberkahan dan manfaat dari ilmu yang dipelajari jauh lebih utama.
Jadikan panggung MQK Aceh sebagai pembuktian bahwa Kota Santri ini bukan sekadar julukan, tetapi identitas yang hidup, bernilai dan membanggakan," ujarnya.(*)
Baca juga: Markas Besar Marsose di Tangse Dihuni Pasukan Khusus dan Kejam, Tim Unsam Ungkap Hasil Penelitian
| Laboratorium Sejumlah SMA di Bireuen Rusak Akibat Banjir, Ini Langkah Dilakukan Cabdin |
|
|---|
| Tim Verifikasi dan Validasi Korban Banjir Segera Turun Lapangan |
|
|---|
| Bupati Bireuen Terima Audiensi LSM GeRak, HWDI, dan IPD |
|
|---|
| Tim Asesor Lamdik Akreditasi Prodi Pendidikan Bahasa Arab di UIA Bireuen |
|
|---|
| Peringati Hari Kartini di SMKN 1 Gandapura, Siswi Pakai Kebaya Ikut Upacara dan Tanam Pohon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Anwar-soal-bantuan-pendidikan.jpg)