TTG Nasional XVII
Mobil Pakai Air untuk Hemat BBM
Penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat dilakukan dengan memanfaatkan air sebagai pengganti bahan bakar
BANDA ACEH - Penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat dilakukan dengan memanfaatkan air sebagai pengganti bahan bakar kendaraan bermotor. Inovasi ini seperti dilakukan Hamidun asal Sumatera Utara. Ia pun merancang alat yang menggunakan air mencapai 75 persen dan bensin 25 persen di mobil Toyota Kijang.
Mobil sekaligus temuannya itu diperlombakan di arena Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Unggulan di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh tingkat nasional, 7-12 Oktober 2015.
Hamidun kepada para pengunjung yang menghampiri stan Sumatera Utara itu menjelaskan cara pembuatannya, yaitu dengan membuat tabung reactor berupa tabung yang memiliki dua keping logam di dalamnya. Kemudian tabung diisi air murni dan ditambahkan sedikit kalium hydoksida. Selanjutnya, logam dialiri listrik yang dapat diambil dari baterai aki mobil.
“Proses penguraian air menjadi hydrogen dan oksigen pun terjadi dalam tabung. Kemudian oksigen dan hydrogen dialirkan ke karburator dan bercampur dengan bensin yang selanjutnya menjadi bahan bakar pada mobil,” jelasnya. Dengan hal tersebut, tambahnya akan menghemat BBM dan menurunkan polusi udara serta membersihkan kerak pada mesin.
Ia menyebutkan penggunaan bahan bakar air ini mencapai 75 persen dan 25 persen bensin. Komponen lain di dalam mobil itu pun tak ada yang diubah.
Hamidun menjelaskan penggunaan air sebagai bahan bakar mobil yaitu berdasarkan rumus kimia air H2O yang terdiri atas hydrogen dan oksigen. Selanjutnya hydrogen sangat mudah terbakar, sedangkan oksigen merupakan unsur yang diperlukan dalam proses pembakaran.
“Unsur dasar air inilah yang dijadikan bahan bakar dengan mengambilnya melalui pembentukan hydrogen dan oksigen melalui proses elektrolisis yang dapat dilakukan dengan cara sederhana,” ujarnya.
Adapun peralatan yang digunakan, kata Hamidun berupa dua lempengan logam (stainless stell) yang dicelupkan ke dalam air murni yang kandungan mineralnya nol persen. Lempengan logam pertama dialiri listrik positif (+) untuk dapat menghasilkan gas oksigen, lempengan logam kedua dialiri listrik negatif (-) untuk menghasilkan gas hydrogen. Kemudian untuk mempercepat proses elektrolisis maka perlu ditambahkan kalium hydoksida. (una)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-berbahan-bakar-air-dipajang_20151012_093253.jpg)