Kanal

2018, Trans K Layani 4 Koridor

Bus Trans Koetaradja. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA -

BANDA ACEH - Mulai akhir Januari tahun 2018, Transkoetaradja (TransK) akan melayani empat koridor. Setelah beroperasi di koridor 1 (Pusat Kota-Darussalam) dan koridor 2 (Pelabuhan Ulee Lheue-Bandara SIM), tahun depan TransK akan melayani trayek baru dari Pusat Kota-Ulee Kareng-Bandara SIM (koridor 3) dan Pusat Kota-Mata Ie (koridor 5).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Aceh melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Nizarli SSiT MT kepada Serambi, Kamis (28/12). Dikatakan, pembangunan halte untuk dua koridor baru itu kini sudah rampung, yaitu sebanyak 21 halte untuk koridor 3 dan 22 halte untuk koridor 5. Sementara untuk koridor 4, pihaknya sudah meniadakan trayek itu karena sudah dilewati bus koridor 1 dan 2.

“Selain itu, kami bersama pihak BUMN melalui program CSR-nya juga membangun beberapa halte tambahan yang sedang dalam proses pengerjaan,” ujar Nizarli. Dia menyebutkan, beberapa halte tambahan itu di antaranya dibangun di kawasan Simpang Lima, Blangpadang, Jambo Tape, dan Lamnyong.

Dia mengatakan, hingga tahun 2018 pemerintah Aceh masih akan menyubsidi tarif TransK. Masyarakat bisa menaiki bus secara gratis melalui fasilitas e-ticket yang dipegang kondektur TransK. “Tahun depan naik transkoetaradja masih gratis. Tapi tahun 2019 nanti rencananya subsidi akan dicabut secara bertahap,” imbuhnya.

Terkait tanggal pasti pengoperasian dua koridor baru itu, Nizarli mengatakan bahwa hal itu tergantung kapan disahkannya anggaran di DPRA. Pihaknya menargetkan operasional bisa dilakukan pada akhir Januari 2018.

Dia menambahkan, koridor 3 dan 5 akan melewati jalanan padat aktivitas. Oleh karena itu, pihaknya sudah menyiapkan lima bus TransK ukuran sedang dan sejumlah bus feeder. “Kami akan kaji kembali apa mungkin jalan itu dilewati bus besar. Untuk sementara ada 5 bus sedang dan beberapa damri yang siap dioperasikan,” jelas Nizarli.

Pada bagian lain, Kabid LLAJ Dishub Aceh, Nizarli MT mengatakan, bagi masyarakat yang tinggal di dekat jalur TransK namun jauh dari halte permanen, dapat mengajukan pemasangan halte portabel (bisa bongkar-pasang) ke Dishub Aceh. “Kami akan memasang beberapa halte portabel sesuai permintaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nizarli, pihaknya selama ini mengalami kendala dalam membangun halte permanen di sejumlah titik karena masalah pembebasan tanah. “Selain itu ada pihak yang menolak pembangunan halte di depan bangunannya. Sehingga kami harus cari solusi, salah satunya dengan pemasangan halte portabel,” jelas dia. (fit)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer