Empat Partai Lokal Kembali Ikut Pemilu, Ini Sejarah Timbul Tenggelam Parlok di Aceh

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Bendera-bendera partai

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pemilu Legislatif (Pileg) di Aceh, bisa disebut berbeda dengan pileg yang ada di berbagai provinisi di Indonesia.

Sudah semua tahu, perbedaannya, karena di Aceh ada sejumlah partai politik lokal (parlok) yang ikut berkompetisi dalam pesta demokrasi sejak 2009 silam.

Kali ini, empat parlok kembali akan bertarung memperebutkan kursi ke DPRK, DPRA. Mereka bersaing dengan kader-kader partai politik nasional.

Keempat parlok itu adalah, Partai Aceh (PA), Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Daerah Aceh (PDA), dan Partai SIRA.

Nah, Sejak kapan sih parlok dibentuk di Aceh? Mungkin sebagian kita sudah pada tahu, tapi ada juga yang belum tahu. Serambinews.com coba menulis sedikit sejarah pembentukan partai lokal di Aceh.

Awal Pembentukan

Pembentukan parlok di Aceh bisa disebut bagian dari kompensasi konflik yang berkepanjangan.

Kesepakatan damai antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dalam MoU Helsinky 2004 silam, membolehkan masyarakat Aceh membentuk partai politik lokal.

Hal tersebut dijelaskan pada point 1.2 perjanjian damai MoU Helsinky.

Halaman
1234