Orang Terkaya Kedua di Indonesia Meninggal, Kekayaannya Rp 205 Triliun, Begini Kisah Hidupnya

Editor: Muhammad Hadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Eka Tjipta Widjaja dari penjual biskuit hingga jadi konglomerat

Saat usianya 37 tahun, Eka Tjipta pindah ke Surabaya dan mencoba bisnis kebun kopi dan kebun karet di daerah Jember.

Eka mendirikan CV. Sinar Mas dan mulai bisnis membuat bubur kertas dari sisa-sisa pengolahan karet.

Baca: Video Mesum Disebar Siswa SMK, Tak Terima Putus Cinta Dengan Siswi SMA 

Seiring perkembangan bisnisnya, Eka mendirikan PT. Tjiwi Kimia pada 1976 yang bergerak di bidang bahan kimia dan tahun 1980, Eka bisa membeli 10 ribu hektar kebun kelapa sawit di Riau.

Tahun 1982, Eka membeli Bank International Indonesia (BII) yang dan memulai bisnis propertinya dengan nama Sinar Mas Group.

Hingga kini Eka mungkin telah mengalami puluhan kali jatuh dan bangkit lagi.

Tapi hasilnya, saat ini Eka ada di posisi dua sebagai orang terkaya di Indonesia.

Baca: 6 Bagian dari Buah dan Sayuran ini Sering Dianggap Tak Berguna, Tenyata Berkhasiat untuk Kesehatan

Sinar Mas Group saat ini punya deretan bisnis properti yang ada di berbagai penjuru Indonesia, bisnis kekuangan (finance) hingga pelebaran sayap bisnis ke sektor usaha lain seperti pengolahan kelapa sawit, usaha bidang komunikasi Smart dan beragam jenis usaha lainnya.

Eka punya prinsip hidup jujur, bertanggung jawab, baik pada keluarga, pekerjaan dan lingkungan.

Eka juga tak suka berfoya-foya dan selalu berusaha hidup hemat.

Dari perjuangan Eka Tjipta si pemilik Sinar Mas Group ini, kita bisa belajar bahwa sukses memang bukan suatu hal yang instan.(*)

Baca: Perdana Menteri Mahathir Mohamad Bertindak Tegas, Larang Atlet Israel Ikut Turnamen di Malaysia

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Taipan Eka Tjipta pemilik Sinarmas Group meninggal dunia

dan di Grid.id dengan judul: Perjuangan Hidup Eka Tjipta Widjaja, Si Penjual Biskuit Keliling yang Kini Jadi Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia