Petani Garam di Pijay Raup Omset Rp 3 Juta sampai 4 Juta per Hari
Usaha produksi garam yang mereka lakoni selama ini dari usaha secara tradisional menjadi ala Geo Membran.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Puluhan petani garam asal Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya (Pijay) meraup omzet dari hasil pengembangan usaha garam mulai Rp 3 sampai Rp 4 juta per hari.
Usaha produksi garam yang mereka lakoni selama ini dari usaha secara tradisional menjadi ala Geo Membran.
Sarlie salah satu dari puluhan petani garam di Gampong Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Pijay Kepada Serambinews.com, Minggu (7/7/2019) mengatakan, tngginya omzet pendapatan hasil panen garam ini menyusul musim kemarau panjang sehingga menghasilkan produksi panen yang besar.
"Rata-rata setiap hari para petani memanen hasil garam 1 ton," sebutnya.
Usaha pemberdayaan garam ala geo membran bagi masyarakat pesisir ini telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam pemberdayaan perekonomian bagi warga miskin yang dirintis sejak satu tahun sebelumnya.
Sebelumnya warga hanya menggarap lahan tepi pesisir secara tradisional sehingga capaian hasil panennya sangat minim.
Baca: VIDEO - 119 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Diwisuda, Tujuh Cum Laude
Baca: Rekor Messi Bela Timnas Argentina Lawan Cile, Gagal Penalti hingga Diusir Wasit Pakai Kartu Merah
Baca: VIDEO - 119 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Diwisuda, Tujuh Cum Laude
Maka dengan upaya pengembangan usaha garam geo membran ini telah memberikan hasil jauh lebih besar.
"Rata-rata hasil panen garam dibeli oleh agen penampung dari Kabupaten Pidie, Bireuen, Banda Aceh, serta pedagang lokal dalam Kabupaten Pijay, dengan harga Rp 4.000 per kilogram," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/azhar-52-memasak-garam-yang-diproduksinya-secara-tradisional.jpg)