Kanal

Mahkamah Agung Juga Vonis Ajudan Irwandi, Hendri Yuzal

Staf khusus Gubernur Aceh Hendri Yuzal (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Mahkamah Agung Juga Vonis Ajudan Irwandi, Hendri Yuzal 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahkamah Agung dalam sehari memutuskan dua perkara terkait kasus suap proyek dari DOKA 2018 dengan terdakwa Irwandi Yusuf dan Hendri Yuzal, Kamis (13/2/2020).

Irwandi Yusuf adalah gubernur nonaktif Aceh sedangkan Hendri Yuzal merupakan ajudan Irwandi. Keduanya terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK.

Putusan keduanya dibacakan oleh dua majelis hakim kasasi yang berbeda. MA memutuskan perkara pertama atas nama Hendri Yuzal dengan bunyi putusan "Tolak Perbaikan".

Atas putusan tersebut, KPK melalui rilisnya menyatakan sudah menerima salinan putusan itu dan akan segera melaksanakan eksekusi terhadap Hendri Yuzal.

Menurut Plt Jubir KPK Bidang Penindakan, Ali Fikri, KPK sudah menerima petikan putusan MA yang pada pokoknya menjatuhkan kepada Hendri Yuzal pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 300 juta.

"Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," katanya melalui pernyataan tertulis.

Selain itu, Hendri Yuzal juga dijatuhi pidana tambahan kepada berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana.(*)

Bertemu Dubes India, Senator Fachrul Razi Dukung Konektivitas Aceh-Port Blair Andaman Nicobar

Apa Itu Tolak Perbaikan dalam Putusan Kasasi Irwandi, Ini Penjelasan Jubir MA

Sayuti Abubakar: Belum Terima Salinan Putusan Kasasi Irwandi Yusuf

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Sumber: Serambi Indonesia

Remaja 19 Tahun Cabuli Istri Teman saat Rumah Sepi, Terbongkar setelah Ditangkap karena Membegal

Berita Populer