Jumat, 5 Juni 2026

PSAA Abulyatama Bakal Bangkit Kembali

Kabar gembira bagi pemain dan pecandu sepakbola di Aceh. Klub era 90-an, PSAA Abulyatama Lampoh Keude, Aceh Besar kembali bangkit

Tayang:
Editor: bakri
IST
RUSLI BINTANG Pemilik Klub PSAA Abulyatama 

BANDA ACEH - Kabar gembira bagi pemain dan pecandu sepakbola di Aceh. Klub era 90-an, PSAA Abulyatama Lampoh Keude, Aceh Besar kembali bangkit setelah sekian lama menghilang dari percaturan sepakbola di Tanah Rencong.

“Kita kembali eksis. Semuanya segera disiapkan mulai dari mencari pemain, latihan, rehab lapangan, dan penyusunan struktur pengurus baru,” ungkap pemilik klub PSAA Abulyatama, Dr H Rusli Bintang kepada Serambi, siang kemarin.

Rusli Bintang secara terbuka mengakui, untuk menghadapi kompetisi Liga 3 2020 kali ini, mereka memberikan kepercayaan kepada tim pemandu bakat guna mencari pemain andalan. Artinya, pemain tersebut benar-benar sudah siap dan langsung bergabung dengan tim.

Boleh jadi, tambah pengusaha ini, tim pemandu bakat untuk melihat dan memberi prioritas kepada pemain lokal asal Aceh. “Kita mau semuanya harus terwakili di tim PSAA. Ada Meulaboh, Sigli, Aceh Besar, dan seluruh anak Aceh yang memiliki skill bermain sepakbola tetap kita rekrut,” tegasnya yang didampingi mantan Pj Bupati Aceh Besar, H Rusli Muhammad.

Kecuali talenta lokal, Rusli Bintang mengaku tak tertutup kemungkinan ia untuk mengontrak pemain luar Aceh. Hal itu pernah dilakukan ketika memboyong legenda Persebaya Surabaya, Eri Erianto. Ketika itu, Eri Erianto yang dikenal sebagai gelandang bertahan mampu memberikan kontribusi. Apalagi, pemain timnas Indonesia itu memiliki tendangan bebas akurat.       

“Pastinya, kita mau eksitensi dari PSAA Abulyatama harus memiliki tujuan. Kita ngak mau, klub asal ada tanpa ada target ketika mengikuti kompetisi. Makanya harus disiapkan secara benar-benar mulai dari pengurus, pelatih, pemain, dan sarana latihan,” ungkap tokoh Aceh Besar itu.

Tak hanya sebatas bermain, Rusli Bintang mengatakan, bagi pemain yang berkeinginan melanjutkan pendidikan, maka akan kuliah di Universitas Abulyatama. Hal ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian klub terhadap kelanjutan pendidikan pemain selama ikut kompetisi. “Sebagaimana sebelumnya, PSAA tetap memberi prioritas bagi pemain untuk kuliah,” sebutnya. 

Pada sisi kesempatan itu, pemilik klub PSAA mengungkapkan, pihaknya dalam pekan ini segera melakukan rehab terhadap fasilitas lapangan di Lampoh Keude. Sehingga, ketika pemandu bakat sudah memiliki sejumlah nama yang direkrut, mereka sudah bisa berlatih.

Sebagaimana diketahui, PSAA Abulyatama secara resmi dibentuk pada tahun 1989. Kecuali kompetisi Pengda PSSI Aceh dan antarklub, PSAA juga pernah diundang untuk meramaikan turnamen sepakbola internasional Piala Cakradonya di Stadion H Dimurthala, Lampineung.

Pada sisi lain, Rusli Bintang menyebutkan, tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar memiliki keinginan besar untuk membangkitkan sepakbola di Provinsi Aceh. Bukan rahasia lagi, bila memiliki prestasi si kulit bundar, tentu saja potensi untuk memajukan daerah terbuka lebar.

Tarmizi Rasyid, Muslem alias Ngoh Lem, Kurnia Khalid, Amir Pratama, Syarboini, Rusli, Husaini Lamreung, dan legenda Persebaya Surabaya, almarhum Eri Erianto merupakan sejumlah jebolan dari klub PSAA Abulyatama.

Sebagai klub pribadi, DR H Rusli Bintang benar-benar mencurahkan pikiran untuk membesarkan PSAA Abulyatama. Bukan hanya mengontrak pemain terbaik, ia juga merekrut pelatih timnas yunior Indonesia asal Jakarta, Maryoto.

Hasilnya, PSAA Abulyatama langsung tampil sebagai juara Piala Presiden edisi pertama tahun 1992. Dalam pertandingan final di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Tarmizi Rasyid dkk sukses membekap Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, 2-0.

Keberhasilan menjuarai kejuaraan sepakbola antar universitas seluruh Indonesia juga didukung dengan persiapan. “Saat itu, kita TC di Jakarta. Anak-anak juga mendapat kesempatan berujicoba dengan timnas U-18, dan Persita Tangerang yang kala itu bermain di divisi utama,” cerita pemilik klub PSAA Abulyatama, Rusli Bintang.

Kecuali itu, PSAA boleh juga berbangga. Ya, mereka pernah tampil sebagai juara dua kali kompetisi antarklub di Aceh. Hanya saja, di awal tahun 2000-an, PSAA menghilang selepas kegagalan mereka di final kompetisi Pengda PSSI Aceh. Dalam partai final di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, PSAA gagal juara setelah menyerah di tangan PSAP Sigli.(ran)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved