Kasus Pencabulan

Kasus Pelecehan Seksual di Banda Aceh Meningkat, Korban Mayoritas Anak di Bawah Umur

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH

Laporan Asnawi Luwi | Banda aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus pelecehan seksual di Banda Aceh mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga di tengah pandemi Covid-19 tahun 2020.

Korban pelecehan seksual mayoritas anak-anak di bawah umur mulai tingkat kanak-kanak hingga tingkatan lanjutan sekolah yang masih di bawah umur.

Pelaku pelecehan seksual selalu mengincar korbannya dari kalangan anak-anak yang mudah tertipu oleh rayuan pelaku.

Biasanya pelaku mengiming-iming sesuatu hingga bisa melakukan perbuatan senonoh kepada korban.

Untuk menyalurkan hasrat bejatnya,  biasa pelaku tak segan-segan sampai melakukan pengancaman kepada para korban yang menolak untuk dilakukannya pelecehan seksual.

Sasaran pelecehan seksual ini biasanya yang masih dalam pertumbuhan seperti diibaratkan bunga yang mulai tumbuh.

Umumnya aksi kejahatan asusila terhadap anak dibawah umur tersebut dilakukan orang-orang terdekat dan kenal baik dengan pihak keluarga korban yang mengalami kekerasan seksual tersebut.

"Korban pelecehan seksual ini mayoritas anak-anak usia masih di bawah umur yang gampang dirayu dan diajak pelaku. Apabila menolak ajakan biasanya pelaku mengancam korban," ujar Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Puti Rahmadiani STrK, kepada Serambinews.com, Kamis (3/9/2020).

Kadisdik Dayah Banda Aceh: Pelaku Pencabulan bukan Guru Dayah

Masih Ingat Kasus Penggelapan Uang Nasabah Bank di Abdya oleh Vina! Begini Perkembangan Kasusnya

Sosok Andi Irfan Jaya, Tersangka Baru Kasus Suap yang Seret Jaksa Pinangki

Disebutkan, kasus laporan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang saat ini sedang mereka tangani adalah pelecehan seksual yang dilakukan oknum pegawai salah satu lembaga pendidikan di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Oknum pegawai lembaga itu, berinisial F yang dilaporkan mencabuli seorang santriwati yang usianya masih di bawah umur.

Pelaku dilaporkan keluarga korban pada tanggal 27 Agustus 2020 yang lalu.

Polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka, Selasa (1/9/2020) malam.

Dikatakan Kombes Trisno Riyanto,  pada tahun 2019 sebanyak 21 perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur mereka tangani.

Tahun ini, hingga awal September 2020 perkara pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang mereka tangani sebanyak 22 perkara.

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tergolong tinggi di Banda Aceh bila dibandingkan tahun 2019 yang lalu.

Setiap perkara laporan pelecehan seksual dengan usia yang beragam terhadap anak di bawah umur pelakunya satu orang.

Modus pelaku untuk melakukan pelecehan seksual terhadap korban anak di bawah umur modusnya juga  beragam.

Biasanya sesuai dengan unsur pasal tersebut ada perbuatan bujuk rayunya, mengajak, atau mengancam pelaku apabila menolak ajakan untuk melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut.

Menurut Kapolresta Banda Aceh,  Kombes Pol Trisno Riyanto SH, perlu sekali orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak usia di bawah umur dan juga penting penyuluhan hukum tentang perlindungan anak atau penyuluhan lainnya.(*)

Motif Songket Khas Aceh Tamiang akan Didaftarkan ke HKI

Awas! Penggunaan Hand Sanitizer Berlebihan Picu Peningkatan Jumlah Bakteri di Tangan

Cara Dapatkan Token Listrik Gratis PLN Bulan September 2020, Klik www.pln.co.id atau WhatsApp

Berita Populer