Jumat, 10 April 2026

Penghargaan

Produktivitas Padi Meningkat, Aceh Terima Pin Emas dari Mentan

Pemerintah Aceh menerima pin emas dari Menteri Pertanian atas keberhasilan daerah ini meningkatkan produksi gabah 1,7 juta ton.

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com
Petani Kabupaten Abdya, memasuki era modernisasi alat pertanian. Sepeti petani kawasan Blang Beuah Desa Pawoh, Susoh, memanen gabah menggunakan mesin potong padi atau combine harvester, Minggu (14/6/2020). Ongkos panen dengan mesin Rp 12.500 per satu goni gabah isi 50 kg. 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menerima pin emas dari Menteri Pertanian atas keberhasilan daerah ini meningkatkan produksi gabah 1,7 juta ton.

Aceh menduduki peringkat 8 besar nasional dan produktivitas gabah 5,53 ton/hektare menduduki peringkat 4 nasional, setelah Jateng 5,75 ton, Jabar 5,75 ton dan Jatim 5,63 ton/hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Aceh Ir Abdul Hanan MP yang dimintai penjelasannya terkait, perolehan pin emas dari Mentan kepada Serambinews.com, Selasa (20/10) mengatakan, penghargaan pin emas bidang produksi gabah, merupakan program penghargaan tahunan Mentan kepada daerah yang produksi gabahnya menduduki peringkat 1-10 besar nasional.

Penghargaan pin emas tentang prestasi produksi gabah yang diberikan Mentan kepada Pemerintah Aceh tahun 2020 ini, berkat kerja keras petani dan sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

"Mewakili Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT dan Sekda Aceh, dr Taqwallah M Kes kami mengucapakan terima kasih kepada petani, kelompok tani, dan pihak lainnya yang mendukung kesuksesan peningktan produksi gabah Aceh tahun lalu, termasuk TNI," sebutnya.

Pin emas produksi gabah yang diberikan Mentan adalah prestasi produksi gabah untuk tahun 2019 lalu. Sedangkan untuk produksi gabah tahun 2020, baru akan diberikan setelah pihak BPS menghitungan produksi gabah Aceh pada awal tahun 2021 mendatang, atau setelah panen padi rendeng pada Januari dan Feruari 2021 mendatang.

Kepala Bidang Produksi BPS Aceh Andriati Afrida yang dimintai penjelasannya mengatakan, kalau dilihat dari pengambilan foto udara terhadap luas areal panen padi di Aceh sejak awal Januari-September 2020 lalu, areal luas panennya ada peningktan, tapi berapa besar peningkatan luas areal panen, baru bisa diketahui setelah akhir tahun 2020.

Andriati Afrida mengatakan, pihaknya sangat optimis, bahwa luas panen padi Aceh tahun ini, akan bertambah dan penambahan luas areal panen dari tahun lalu, akan menambah produksi. Tahun lalu luas panen padi Aceh, sekitar 310.012 hektare.

Kadistanbun Aceh, Abdul Hanan menjelaskan, pada masa tanam gadu kemarin, ada kegiatan IP 300 tanaman padi seluas 6.400 hektare. Program IP 300 tanaman padi itu, dilaksanakan di empat daerah, yaitu Aceh Besar seluas 1.850 hektare, Aceh Utara seluas 1.850 hektare, Pijay seluas 1.350 hektare dan Abdya 1.350 hektare.

Maksud dari program IP 300 itu, adalah menanam padi tiga kali satu tahun, di daerah irigasi sawah tehnis. Program IP 300 dinilai telah menambah areal luas panen padi Aceh tahun ini, tapi berapa penambahannya, baru akan diketahui pada akhir tahun ini oleh pihak BPS yang berkompeten untuk menghitungya, setelah melakukan pemotretan dari udara.

Hanan mengatakan, luas tanam program IP 300, di Aceh setiap tahunnya terus  ertambah. Tahun lalu, luasnya sekitar 1.700 hektare, tahun ini mencapai 6.400 hektare.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved