Pandemi di Malaysia

Pandemi Semakin Parah, Malaysia Tutup Pusat Vaksinasi karena 200 Petugasnya Terjangkit Covid-19 

Editor: Eddy Fitriadi
Polisi di Malaysia menggunakan drone untuk mendeteksi orang dengan suhu tinggi di ruang publik sebagai upaya pencegahan Covid-19. Program vaksinasi Malaysia jadi terhambat akibat 200 lebih petugas di pusat vaksinasi positif Covid-19.

SERAMBINEWS.COM - Malaysia mengalami masalah serius dalam menggencarkan program vaksinasi Covid-19 di negara itu.

Pasalnya, program ini jadi terhambat akibat 200 lebih petugas di pusat vaksinasi positif Covid-19.

Menteri Sains Malaysia, Khairy Jamaluddin pada Selasa (13/7/2021) mengumumkan ada 204 sukarelawan dan pekerja yang terinfeksi virus corona, sebagaimana diberitakan Reuters. 

Pusat vaksinasi berada sekitar 25 km di luar Kuala Lumpur. Fasilitas ini memiliki kapasitas sekitar 3.000 dosis setiap hari. Dari 453 pekerja dan sukarelawan yang diperiksa, 204 dinyatakan positif.

Menteri Khairy meminta semua orang yang menerima vaksin di fasilitas tersebut pada periode 9-12 Juli untuk melakukan isolasi mandiri selama 10 hari untuk mencegah risiko penularan.

Khairy menambahkan bahwa pusat vaksinasi tersebut akan kembali dibuka pada hari Rabu (14/7/2021) setelah sanitasi dan perubahan staf

Insiden ini jelas memberi pukulan keras bagi Malaysia yang saat ini masih berjuang untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Reuters melaporkan, rekor angka kematian dan kasus baru terus terjadi di tengah peningkatan program vaksinasi dan aturan lockdown yang lebih ketat selama sebulan terakhir.

Saat ini Malaysia telah mencatat 844.870 kasus secara keseluruhan, menjadikannya salah satu negara dengan tingkat infeksi per kapita tertinggi di Asia Tenggara.

Di sisi lain, Malaysia juga berhasil jadi negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di kawasan tersebut dengan 25% dari 32 juta penduduknya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "200 Petugasnya terjangkit Covid-19, Malaysia tutup paksa pusat vaksinasi"