Berita Aceh Jaya

Polres Aceh Jaya Tangkap 11 Terduga Pelaku Pembunuh 5 Ekor Gajah

Penulis: Riski Bintang
Editor: Muhammad Hadi
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Jaya berhasil mengamankan 11 orang terduga pelaku pembunuhan 5 ekor gajah berlokasi di perkebunan kelapa sawit Desa Tuwie Priya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Jaya berhasil mengamankan 11 orang terduga pelaku pembunuhan 5 ekor gajah berlokasi di perkebunan kelapa sawit Desa Tuwie Priya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten setempat.

Kesebelas pelaku berinisial HD (39), LH (43), HI (46), SP (62), MR (32), ZB (25), dan MA (38).

Selanjutnya, SD (49), AM (61), dan IF (46) merupakan warga setempat. 

Sedangkan NM (68) warga desa Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

Baca juga: 5 Orang yang Potong Kepala Gajah di Aceh Timur Ditangkap, Ini Peran Mereka Hingga Dijual Ke Bogor

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir mengatakan, 6 orang pelaku berhasil diamankan polisi pada 27 Agustus 2021 di Desa Tuwie Priya, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya dan satu orang di Banda Aceh.

Selanjutnya, tersangka SD (49) dan AM (61) berstatus Daftar pencarian orang (DPO) menyerahkan diri ke polisi pada 1 September 2021 yang didampingi oleh tokoh masyarakat desa setempat.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, kami menangkap dua orang lagi terduga pelaku yang berperan sebagai penjual maupun pembeli gading gajah," ungkap ujar Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir saat konferensi pers di halaman Mapolres setempat, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Berhasil Ungkap Pelakau Pembunuhan Gajah, 17 Personel Polres Aceh Timur Peroleh Penghargaan

Ia menyebutkan keseluruhan terduga pelaku memiliki peran yang berbeda-beda.

Baik bagian mengeksekusi gajah maupun bagian pembuat jeratan. 

"Kasus ini sudah dilakukan upaya pengungkapan selama kurang lebih satu tahun 8 bulan dan gading gajah dijual pelaku senilai Rp 3,5 Juta," kata dia.

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat Pasal 40 ayat (2) JO pasal 21 ayat (2) huruf A dan B undang-undang Republik Indonesia No. 05 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya JO pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 Juta rupiah. (*)

Baca juga: Silaturahmi dengan Wartawan, Kapolres Ajak Jurnalis Promosikan Potensi Aceh Singkil