Berita Aceh Barat

Dewan Sorot Pembongkaran Peralatan PLTU di Krueng Meureubo

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pihak perusahaan mendaratkan peralatan material PLTU 3-4 di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (14/11/2021) guna dilakukan pembongkaran untuk dibawa ke lokasi pembangunan PLTU di Nagan Raya.

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – DPRK Aceh Barat menyorot aktivitas pembongkaran peralatan milik PLTU 3-4 yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS), Krueng Meureubo, kawasan Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Peralatan yang akan dibongkar tersebut seperti boiler yang saat ini berada di atas tongkang dalam proses persiapan pengangkutan ke lokasi pembangunan PLTU 3-4 di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya.

Sementara pihak perusahaan dari PT IOT masih melakukan persiapan dari tim teknis untuk pembongkaran sejumlah peralatan tersebut, yang berada di depan Kantor Keuchik Pasi Pinang pinggir sungai.

Persiapan tersebut dilakukan sambil menunggu kesiapan dari pihak pembongkaran, termasuk kesiapan izin pembongkaran.

“Kami meminta pihak pemerintah untuk mengevaluasi izin pembongkaran sejumlah material PLTU 3-4 di pinggir sungai, padahal di Aceh barat ada pelabuhan,” kata Anggota DPRK Aceh Barat, Abu Bakar dan Hamdan kepada Serambinews.com, Minggu (14/11/2021).

Disebutkan, pemerintah diminta untuk melihat dampak lingkungan dan keamanan menyangkut aktivitas pembongkaran tersebut yang dinilai bukan pada tempatnya.

Disebutkan, pemerintah diminta untuk benar-benar melihat kondisi keamanan menyangkut dengan kondisi sungai yang bisa berpotensi erosi terhadap tebing sungai.

Baca juga: VIDEO Suka Duka Warga Aceh di Malaysia, Pulang Karena tak Ada Kerja, Sakit, Serta Tak Punya Biaya

Baca juga: Gugat Putusan PN Stabat, Pemkab Aceh Tamiang Masih Menunggu ‘Restu’ Pemerintah Aceh

Selain itu pihak DPRK juga mempertanyakan mengapa peralatan tersebut tidak dilakukan melalui pelabuhan yang ada di Ujung Karang Meulaboh dan Pelabuhan Lhok Bubon, mengapa harus menggunakan sungai yang tentu nantinya akan menimbulkan nyak faktor buruk ke depan.

Sementara pihak perusahaan Humas PT IOT, Nurdin menyebutkan, saat ini pihak perusahaan sedang melakukan persiapan untuk dilakukan pembongkaran oleh tim teknis.

Menyangkut untuk pembongkaran pihak perusahaan masih menunggu izin dari pemerintah daerah untuk membongkar dan mengangkut sejumlah material PLTU tersebut.

Disebutkan, sejauh ini menyangkut dengan lingkungan, sungai dan jalan pihak perusahaan telah duduk dengan pihak dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Perhubungan dan PUPR yang menurunya untuk saat ini tidak ada masalah lagi.

Sedangkan hubungan masyarakat Desa Pasi Pinang, pihaknya juga bermusyawarah terutama Keuchik setempat terhadap aktivitas pembongkaran peralatan PLTU di Desa Pasi Pinang.(*)