Internasional

Uni Emirat Arab dan Mesir Sepakati Pembangunan Proyek Energi Angin Terbesar di Dunia

Editor: M Nur Pakar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kincir Angin yang dirubah jadi energi listrik di London Raya, Inggris

SERAMBINEWS.COM, SHARM EL-SHEIKH - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir menyepakati pembangunan proyek energi angin terbesar di dunia di Mesir.

Keduanya menandatangani kesepakatan di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB di Sharm El-Sheikh, Mesir, Selasa (8/11/2022).

Nota Kesepahaman ditandatangani antara perusahaan energi terbarukan UEA, Masdar dengan pengembang energi terbarukan utama Mesir Infinity dan Hassan Allam Utilities.

Dilansir kantor berita WAM, Masdar, yang berinvestasi dalam portofolio aset energi terbarukan memiliki nilai gabungan lebih dari $20 miliar dengan total kapasitas lebih dari 15 GW.

Dikatakan, proyek baru ini akan menjadi yang terbesar di dunia.

“Dengan kesepakatan mengembangkan proyek terbesar ini, Masdar dengan bangga akan meningkatkan kontribusi terhadap tujuan energi terbarukan Mesir,” kata CEO Masdar, Mohamed Jameel Al-Ramahi.

Baca juga: Sekjen PBB Harapkan Konferensi Perubahan Iklim Akan Pulihkan Kepercayaan Negara Maju dan Berkembang

UEA menjadi tuan rumah konferensi COP28 tahun depan.

Ketika selesai, ladang angin akan menjadi bagian dari inisiatif Koridor Hijau Mesir.

Sebuah jaringan yang didedikasikan untuk proyek energi terbarukan.

Sehingga, akan dapat memastikan energi terbarukan mencapai 42 persen dari bauran energi negara itu pada tahun 2035.

Proyek angin akan menghemat Mesir sekitar $5 miliar dalam biaya gas alam tahunan.

Total kapasitas daya terpasang Mesir, sekitar 59,5 GW pada 2019/2020, kata otoritas energi terbarukan negara itu dalam sebuah laporan tahunan.

Baca juga: Mesir Hijaukan Kota Sharm El-Sheikh, Sambut Delegasi Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-27

“Proyek ini akan memungkinkan negara untuk menghemat sejumlah besar gas alam," kata Mohamed Mansour, Ketua Infinity Power, perusahaan patungan Masdar dan Infinity.

"Sehingga, akan mencapai pertumbuhan ekonomi, mengurangi emisi karbon, dan menyediakan akses yang lebih besar ke sumber energi berkelanjutan,” tambahnya.

Pada April 2022, Masdar dan Hassan Allam Utilities menandatangani dua Nota Kesepahaman dengan organisasi-organisasi yang didukung negara Mesir untuk bekerja sama.

Khususnya, dalam pengembangan pabrik produksi hidrogen hijau 4 GW di Zona Ekonomi Terusan Suez dan pantai Mediterania.

Pada tahap pertama proyek itu, fasilitas manufaktur hidrogen hijau akan dikembangkan dan beroperasi pada tahun 2026.

Dimana, mampu menghasilkan 100.000 ton e-methanol setiap tahun untuk bunkering di Terusan Suez.

Baca juga: Perkuat Adaptasi Perubahan Iklim, FP USK Gelar Seminar Internasional ICAGRI 4

Fasilitas elektroliser dapat diperpanjang hingga 4 GW pada tahun 2030 untuk menghasilkan 2,3 juta ton amonia hijau untuk ekspor serta memasok hidrogen hijau untuk industri lokal, katanya.(*)

Berita Terkini