Jumat, 10 April 2026

Berita Pidie

Petani Titeu Kesulitan Beli Pupuk Bersubsidi

Pasalnya, petani harus menempuh perjalanan 6 kilometer di Keude Titeu, sehingga harus mengeluarkan dana lebih besar untuk mengangkut pupuk yang dibeli

Editor: mufti
FOR SERAMBINEWS.COM
ILUSTRASI 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sejumlah petani di Kemukiman Tueng Pedeng, Kecamatan Titeu, Pidie, mengeluhkan pembelian pupuk bersubsidi di wilayah tersebut.

Pasalnya, petani harus menempuh perjalanan 6 kilometer di Keude Titeu, sehingga harus mengeluarkan dana lebih besar untuk mengangkut pupuk yang dibeli dari kios pengecer. 

Anggota Komisi II DPRK Pidie, Fauzi Zainal Abidin kepada Serambi, Rabu (14/8/2024) mengatakan, sejumlah petani di Kemukiman Tueng Pedeng, Kecamatan Titeu mengeluhkan saat membeli pupuk bersubsidi dari kios pengecer. Sebab, letak kios pengecer jauh dengan jarak 6 kilo.

" Keluhan petani di Kemukiman Tueng Peudeng melapor sama saya, terkait petani jauh harus membeli pupuk bersubsidi pemerintah di Keude Titeu," ungkapnya

Ia menjelaskan, petani membeli pupuk di kios pengecer di Keude Titeu telah berlangsung lama dengan menempuh rute jauh. Sehingga harus mengeluarkan cash tinggi untuk mengangkut pupuk bersubsidi.

Menurutnya, saat ini, petani sangat membutuhkan satu kios pengecer harus didirikan di kawasan Kemukiman Tueng Pedeng. Sehingga petani lebih mudah membeli pupuk bersubsidi dengan tidak perlu mengeluarkan cash tinggi.

Kata Fauzi, dirinya mendesak distributor pupuk sebagai penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah, hendaknya segera mendirikan satu kios pupuk berubsidi di Tueng Peudeng.

"Saya telah menjumpai Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, terkait harus adanya satu kios pengecer pupuk di Tueng Pidie, namun kepala dinas menjawab wewenang dari distributor. Saat kami menemukan distributor pupuk tinggal di Pidie Jaya, justru distributor pupuk menghindar sehingga belum ada solusi," kata politikus PDA Pidie.

Dikatakan, kios pengecer tidak terkumpul satu titik, sehingga menyulitkan petani membeli pupuk bersubsidi pemerintah tersebut. Kios pengecer yang menjual pupuk bersubsidi harus menyebar. Saat ini, jumlah kios pengecer pupuk di Keude Titeu berjumpah empat kios.

Ia menyebutkan, harga pupuk bersubsidi dibeli petani untuk pupuk Urea Rp 140 ribu per zak dan pupuk Phonska Rp 150 ribu per zak. Pupuk di Keude Titeu sering terjadi kelangkaan, akibatnya petani sulit membeli pupuk bersubsidi. 

"Yang sedihnya kita, saat pupuk terjadi kelangkaan petani harus membeli pupuk bersubsidi jenis Urea dibandrol Rp 180 ribu per zak dan Phonska Rp 200 ribu per zak," kata Fauzi. 

Ia menambahkan, saat ini tanaman padi di Kecamatan Titeu telah ditabur pupuk oleh petani. Sehingga saat ini pupuk untuk tanaman padi telah selesai. 

Jumlah gampong di Kecamatan Titeu terdiri dari 13 gampong. Adalah Alue, Asan, Blang Tho, Mesjid Tueng Peudeng, Pulo Raya, Pante Siren, Uke, Cut, Pante Kulu, Lingkok, dan Paloh Naleung. (naz)

Tidak Boleh Intervensi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP MM kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, terhadap keberadaan kios pengecer merupakan wewenang penuh dari distributor. Sebab, menyangkut dengan bisnis antara distributor dan kios pengecer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved