Kamis, 9 April 2026

Video

VIDEO - Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Ikan Segar di TPI Lampulo

Kondisi ini diperparah dengan minimnya nelayan yang berani melaut dalam beberapa hari terakhir. Biasanya, nelayan bisa melaut selama lebih 20 hari.

Penulis: Indra Wijaya | Editor: m anshar

Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, – Harga ikan segar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh, mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk yang melanda perairan Aceh dalam beberapa pekan terakhir. Angin kencang dan gelombang tinggi telah mengurangi intensitas melaut nelayan, sehingga pasokan ikan di pasaran menurun drastis. 

Baktiar, salah seorang pedagang ikan di TPI Lampulo, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem membuat banyak nelayan kesulitan melaut, bahkan terpaksa pulang lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, stok ikan di pasaran berkurang, sementara permintaan tetap tinggi, mendorong kenaikan harga. 

Beberapa jenis ikan mengalami lonjakan harga yang cukup tajam. Ikan sure yang biasanya dijual seharga Rp 8.000 hingga Rp15.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 25.000 per kilogram. Sementara itu, ikan cakalang dijual seharga Rp15.000 per ekor, tergantung ukuran. Ikan dencis naik menjadi Rp 20.000 per kilogram, sedangkan tuna mencapai Rp 40.000 per kilogram. 

Tak hanya ikan laut, ikan air tawar seperti bandeng juga mengalami kenaikan harga. Saat ini, bandeng dijual seharga Rp 35.000 per kilogram, atau Rp45.000 untuk dua ekor. Padahal, dalam kondisi normal, harga bandeng bisa lebih murah. 

Kondisi ini diperparah dengan minimnya nelayan yang berani melaut dalam beberapa hari terakhir. Biasanya, nelayan bisa melaut selama lebih dari 20 hari, namun kini banyak yang terpaksa kembali ke darat lebih cepat karena ombak tinggi dan angin kencang. 

Dampak cuaca buruk ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang, tetapi juga konsumen yang harus membeli ikan dengan harga lebih mahal. Beberapa pembeli mengaku mengurangi pembelian ikan atau beralih ke sumber protein lain karena harga yang tidak stabil. 

Pihak Pelabuhan Perikanan Samudera Lampulo menyatakan, kenaikan harga ini bersifat sementara dan diprediksi akan kembali normal setelah cuaca membaik dan aktivitas melaut nelayan kembali lancar. Namun, hingga saat ini, belum ada kepastian kapan kondisi cuaca di perairan Aceh akan stabil. 

Masyarakat diimbau untuk memahami situasi ini dan mempertimbangkan alternatif pangan lain sambil menunggu harga ikan kembali normal. (*) 

Narator: Syita

Video Editor: M Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved