Aceh Tamiang

Lewat PKUP, Pemkab Aceh Tamiang Tingkatkan Peran Ulama Perempuan

Kehadiran para ulama perempuan ini akan lebih mudah diterima oleh kelompok ibu dan anak-anak. Armia memang mengharapkan...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
FOTO BERSAMA - Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Armia Pahmi foto bersama MPU dan kader ulama perempuan, Kamis (28/8/2025). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Peran ulama perempuan di Aceh Tamiang mulai ditingkatkan pemerintah daerah. Keterlibatan ulama perempuan akan mengoptimalkan upaya pemerintah menciptakan generasi berkualitas sekaligus menangkal penyebaran budaya asing.

“Generasi muda kita harus unggul, termasuk ilmu agama tidak boleh kalah,” kata Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Armia Pahmi, Kamis (28/8/2025).

Kehadiran para ulama perempuan ini akan lebih mudah diterima oleh kelompok ibu dan anak-anak. Armia memang mengharapkan seluruh  sendi kehidupan masyarakat harus diisi dengan ilmu Islam.

Untuk memaksimalkan program ini, Pemkab Aceh Tamiang melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) memberikan pendidikan kader ulama perempuan (PKUP) kepada 35 ulama muda perempuan selama tiga hari, 26-28 Agustus 2025. Para ulama muda ini diharapkan mampu terjun ke tengah masyarakat untuk memberikan pencerahan.

“Tapi ilmu saja tidak cukup, harius ada etika baik dan kepercayaan diri untuk bersaing,” ungkap Armia.

Armia lantas menceritakan perjuangannya ikut seleksi sekolah perwira polisi pada tahun 1990. Secara terbuka dia mengakui kalau ilmu akademisnya di sekolah tidak begitu menonjol. Dia kemudian menyebutkan beberapa nama teman sekelasnya yang diakuinya lebih pintar.

“Tapi saya punya semangat untuk maju, orang tua saya nyuruh kuliah, tapi saya tidak mau memberatkan mereka, makanya saya pilih sekolah yang dibiayai negara dan langsung kerja, itulah Akabri,” bebernya.

Baca juga: Butuh Kaki Palsu, Siswi SMP di Aceh Tamiang Temui Babinsa

Ketua MPU Aceh Tamiang, Syaharizal menyebut peserta yang dikader berasal dari alumni dayah perwakilan 12 kecamatan Aceh Tamiang. Pelatihan ini sudah tujuh kali dilakukan, namun khusus perempuan yang pertama.

“Untuk perempuan ini yang pertama, karena memang kita ingin memaksimalkan dakwah,” ungkapnya.

Syahrizal mengaku tidak ragu dengan ilmu yang dimiliki para peserta karena sudah mengenyam di dayah. Pelatihan ini lebih tepat untuk membangkitkan kepercayaan diri para ulama muda ini agar bisa menjadi garda terdepan penyebar syiar.

“Fenomena hari ini anak muda kita larut sampai malam di warung kopi sambil main gadget, ini sebenarnya tidak sesuai dengan budaya Tamiang dan syariat karena ada yang berpasangan. Ulama perempuan ini kita harapkan mampu membantu untuk menyelesaikan fenomena sosial inin,” kata Syahrizal didampingi Sekretaris MPU Alfin Yusdian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved