Kamis, 23 April 2026

Harga Emas

Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen, Tertekan Penguatan Dolar AS

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga melemah 2,3 persen menjadi 4.719,60 dollar AS per ons.

Editor: Faisal Zamzami
LOGAMMULIA.COM
Daftar harga emas batangan Antam 24 karat hari ini, Senin 12 April 2021. 
Ringkasan Berita:
  • Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026) waktu setempat 
  • Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan penantian hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.
  • Penguatan dolar AS sekitar 0,2 persen pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.

 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2026) waktu setempat atau Rabu (22/4/2026) pagi WIB.

Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar Amerika Serikat serta kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan penantian hasil pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot tercatat turun sebesar 2,2 persen ke level 4.712,04 dollar AS per ons, yang merupakan posisi terendah dalam lebih dari sepekan terakhir.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga melemah 2,3 persen menjadi 4.719,60 dollar AS per ons.

Penguatan dolar AS sekitar 0,2 persen pada perdagangan sebelumnya menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas.

Kenaikan nilai dolar membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga menurunkan minat beli terhadap logam mulia tersebut.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut memperburuk tekanan terhadap emas.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung kehilangan daya tarik ketika instrumen investasi lain seperti obligasi menawarkan return yang lebih tinggi.

Baca juga: Setelah Naik, Harga Emas Antam Hari Ini 22 April 2026 Kembali Anjlok, Cek Selengkapnya Disini

Analis pasar senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menyatakan bahwa kombinasi penguatan dolar dan yield obligasi menjadi faktor dominan dalam pelemahan harga emas.

Ia juga menambahkan bahwa situasi geopolitik yang berkembang, khususnya terkait Iran, turut memberikan tekanan tambahan terhadap pasar logam mulia.

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ingin memperpanjang gencatan senjata dengan Iran yang akan segera berakhir. Ia bahkan menegaskan kesiapan militer AS jika jalur negosiasi tidak membuahkan hasil.

Pernyataan tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah lebih dari 3 persen.

Kenaikan harga minyak yang terjadi sejak pecahnya konflik pada akhir Februari lalu antara AS dan Israel melawan Iran telah menimbulkan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.

Kondisi ini berpotensi mendorong bank-bank sentral, termasuk Federal Reserve, untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, daya tariknya cenderung menurun ketika suku bunga tinggi, karena investor beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih menarik.

Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada sidang konfirmasi di Senat AS terkait pencalonan Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral AS.

Dalam pernyataannya, Warsh mengusulkan perubahan besar dalam kebijakan moneter, termasuk pendekatan baru untuk mengendalikan inflasi serta perbaikan komunikasi kebijakan.

Menurut Haberkorn, setiap pernyataan dari Warsh akan menjadi sorotan pasar karena berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek, terutama di pasar keuangan global.

Tidak hanya emas, sejumlah logam mulia lainnya juga mengalami tekanan harga. Perak di pasar spot tercatat turun 3,9 persen menjadi 76,76 dollar AS per ons.

Platinum melemah 2,7 persen ke level 2.033,37 dollar AS per ons, sementara paladium turun tipis 0,6 persen menjadi 1.541,56 dollar AS per ons.

Secara keseluruhan, pergerakan harga logam mulia saat ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor makroekonomi, kebijakan moneter, serta dinamika geopolitik global.

Investor pun cenderung bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dan perkembangan konflik internasional yang dapat memengaruhi pasar secara signifikan.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved