Breaking News:

Indonesia Diserang Corona

Happy Hypoxia Tak Terjadi pada Pasien OTG, Jangan Tunggu Sesak Napas, Bibir Biru Langsung Bawa ke RS

Erlina menuturkan penting bagi setiap pasien Covid-19 mengetahui gejala 'Happy Hypoxia', jika terlambat tertangani dapat berujung kematian.

Twitter/@dr_koko28
Tangkapan layar - antrean mobil ambulans yang membawa pasien Corona, tertahan saat hendak masuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19, Wisma Atlet, Jakarta. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kurangnya kadar oksigen di dalam darah alias 'Happy Hypoxia' kini sedang menjangkiti pasien yang terjangkit covid-19.

Dokter Spesialis Paru Dr Erlina Burhan M.Sc Sp.P menuturkan, Happy Hypoxia hanya terjadi pada pasien bergejala Covid-19.

Erlina menambahkan, 'Happy Hypoxia' bukanlah penyakit yang berdiri sendiri melainkan genjala atau kondisi yang dialami pasien Covid-19.

"Jangan panik Happy Hypoxia tidak terdapat pada orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, ini terjadi pada orang yang bergejala Covid-19, jarang sekali terjadi pada OTG," kata dia, Rabu (16/9/2020).

Untuk itu, Erlina menuturkan penting bagi setiap pasien Covid-19 mengetahui gejala 'Happy Hypoxia', jika terlambat tertangani dapat berujung kematian.

Sempat Tegang, Hanya 4 Anggota Keluarga Pasien Covid-19 Meninggal di Abdya yang Diambil Sampel Swab

Pasien Positif Covid-19 di Banda Aceh Meninggal Capai 37 Orang, Terbanyak di Kecamatan Baiturrahman

Ini Rekomedasi PAS kepada Pemkab Aceh Selatan dan Pimpinan DPRK, Terkait Penanganan Covid-19

"Jangan tunggu sesak nafas karena tidak ada gejala sesak nafasnya. Lihat satu tanda saja segera ke rumah sakit," ujarnya.

Ia menerangkan, 'Happy Hypoxia' adalah kurangnya oksigen di dalam darah, dimana orang normal dan sehat memililki kadar oksigen 95-100 persen di dalam darahnya. Sementara yang sakit hanya 60-70 persen.

"Mestinya orang yang kurang oksigen itu akan sesak tapi ini tidak terjadi beberapa pasien Covid-19 dengan gejala 'Happy Hypoxia'.

Kenapa? karena adanya kerusakan pada saraf yang menghantarkan sensor saraf ke otak. Lalu otak tidak dapat memberikan respon terhadap sesak, pasien tidak ada gejala atau tidak sesak nafas," jelasnya.

Dokter Paru di RS Persahabatan ini menerangkan tanda pasien Covid-19 mengalami Happy Hypoxia, yaitu bila gejala covid-19 bertambah, batuk menetap, tubuh makin lemas, bibir dan ujung jari membiru.

Halaman
1234
Editor: Said Kamaruzzaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved